Pelacur & Sang Presiden

Posted: January 22, 2012 in Uncategorized
Tags:

Pelacur & Sang Presiden
Karya RATNA SARUMPAET (Satu Merah Panggung )

LATAR BELAKANG

Pelacuran adalah salah satu budaya tertua umat manusia. Ia bagian tak terlepaskan dari naluri manusia yang memiliki sisi gelap seperti ketamakan, kemunafikan, yang mustahil bisa dihapus secara keseluruhan.
Pelacur dikecam sebagai sampah masyarakat. Perusak moral. Pencari nafkah dengan cara tidak bermoral …. “Nafsu birahi lelaki jauh lebih besar” adalah sebuah pemakluman perbedaan gender umum pada masyarakat. Pemakluman ini membuat perempuan selalu diposisikan sebagai yang bersalah setiap kali kasus amoral jenis ini mengemuka. Perempuanlah yang dihakimi ketika kasus aborsi terjadi. Tubuh perempuanlah yang harus dibungkus rapat-rapat, untuk mencegah terjadinya pemerkosaan. Pemakluman serupalah juga yang semakin menyudutkan para pelacur pada posisi yang paling disalahkan, yang dianggap paling tidak bermoral.
Masyarakat serta penyelenggara negara yang yang tidak mau membuka matanya untuk melihat apa masalah mendasar ‘pelacuran’, membuat bangsa ini tidak kunjung menemukan jalan mengatasinya dan pelacuran semakin terjerat dalam lingkaran setan antara dosa, kemiskinan, pembodohan, gender dan seterusnya ….
Berpusat pada pemuasan birahi, menguntungkan secara materi hingga meniadakan pertimbangan moral dalam meraih keuntungan, pelacuran menjadi perdagangan yang sangat menggiurkan, sah, menyumbang pajak, sekaligus dicerca, dikejar-kejar dan diludahi orang. Ini terjadi di Indonesia, sebuah Negeri berpenduduk beragama, dan tidak banyak diantara kita yang tahu, menggiurkannya pelacuran sebagai perdagangan, jutaan anak-anak dibawah umur, tidak hanya anak gadis, termasuk anak kandung kita sendiri, dapat sewaktu-waktu menjadi korban.
Bermula dari sebuah pertemuan dengan Unicef awal 2004. Unicef meminta saya menulis sebuah naskah drama yang ingin digunakan sebagai alat Pelacur & Sang Presiden kampanye pemberantasan perdagangan sex anak-anak di bawah umur. Saya tidak langsung mengiyakan karena saya merasa tidak yakin saya bisa menulis sebuah karya pesanan. Tujuh naskah yang saya tulis, lahir dari kegelisahan dan kemarahan saya atas kasus tertentu. ‘Apakah saya tidak marah dengan perdagangan seks anak-anak di bawah umur?’ Tentu saja
saya marah. Saya hanya kurang memahami masalahnya. Sejak Marsinah terbunuh dan melahirkan dua naskah, “MARSINAH, Nyanyian Dari Bawah Tanah” (1994) dan Marsinah Menggugat (1997), saya seperti digiring untuk terus menerus gusar pada ‘politik kekerasan Negara (tentara) terhadap rakyat’, seperti Peristiwa PDIP yang melahirkan “Pesta Terakhir” (1996), konflik politik berkepanjangan di Aceh melahirkan “ALIA, Luka Serambi Mekah” (2000) dan peristiwa G30S yang melahirkan “Anak-anak Kegelapan’ (2003).
Salah satu kebutuhan mutlak dalam proses penulisan saya adalah proses penelitian. Tidak satu naskahpun yang lahir dari tangan saya tanpa lebih dulu melakukan penelitian. Saya membutuhkannya karena naskah-naskah saya memang berangkat dari realita dan, Dengan data-data akurat saya punya peluang berfantasi dengan bebas. Dalam sebuah Seminar tentang karya-karya drama bertema Human Rights di Inggris Desember 2002, seorang pengamat dari Princeton University mengatakan dalam makalahnya berjudul Dare To Speak Up, “Saya belum pernah membaca karya drama yang setega Ratna Sarumpaet dalam menguliti sebuah kasus. Dengan ketegaannya itu ia mampu melahirkan karya yang ampuh memukul. Gaya penulisan Ratna serta sifat temanya yang antropolis sangat beresiko membuat murka mereka yang merasa dikoreksi. ‘Marsinah Menggugat’ mencuat secara Internasional; Menjadi hantu raksasa bagi penguasa RI; Meski tidak satu katapun dalam monolog Marsinah Menggugat menyebut kata tentara. Hanya dengan sound effect derap sepatu tentara yang terus diulang-ulang, Penguasa RI / tentara kebakaran jenggot karena seluruh isi monolog itu punya kebenaran yang sangat akurat. Dengan fantasi yang cantik, religius, hal serupa kembali diulang Ratna dalam ALIA, Luka Serambi Mekah, lebih menohok karena lebih terbuka”.
Untuk memahami masalah perdagangan seks anak-anak dibawah umur dan untuk bisa menerima tawaran Unicef, saya meminta kesempatan melakukan penelitian. Saya mengunjungi Batam, Solo, Surabaya Kalimantan Tengah dan beberapa wilayah di Jawa Barat. Dari semua perjalanan itu, sejak awal saya sudah menyadari kali ini saya tidak lagi hanya berhadapan dengan penguasa resmi, tetapi sekaligus dengan berbagai bentuk
‘kekuasaan’ yang lebih cair dan lebih beresiko.
Sekitar 60% anak balita di Indonesia tidak memiliki akta kelahiran; setengah diantaranya bahkan kelahirannya tidak tercatat dimanapun. Anak-anak yang tak tercatat kelahirannya tidak muncul dalam statistik resmi dan tidak diakui sebagai anggota masyarakat. Tanpa identitas yang tercatat, anak-anak tidak Pelacur & Sang Presiden terjamin pendidikan dan kesehatannya, serta layanan-layanan dasar lainnya yang berdampak pada masa kanak-kanak dan masa depannya. Tidak adanya pencatatan kelahiran mempertinggi resiko anak terhadap eksploitasi dan pemalsuan umur serta identitas. Terdapat tiga juta anak yang memiliki pekerjaan berbahaya dan perdagangan pekerja sex anak-anak dibawah umur, adalah salah satu diantaranya yang kini menjadi permasalahan moral
bangsa kita hingga tingkat mencemaskan.
Dalam banyak hal bangsa Indonesia memang selalu mengatasi persoalan dengan cara instant. Tidak mampu mengatasi pengangguran, kita merelakan anak-anak bangsa menjadi budak di Negeri orang; Takut pada tantangan globalisasi DPR menggantikan kedudukan kitab-kitab suci dengan merancang undang-undang anti cabul, seolah dengan undang-undang anak-anak kita akan memiliki kemampuan menghadapi tantangan jaman; Menghadapi kemiskinan, Negara menyuapi rakyat dengan Sumbangan Tunai, meletakkan rakyat di posisi terhinakan, bukan dengan membuka lapangan kerja. Pelacur dikejar-kejar, diludahi, tetapi lelaki yang membuat perdagangan seks ini tumbuh subur tidak pernah mendapatkan sanksi; Para Petugas yang seharusnya menegakkan hukum, bersama para agen dan para mucikari justru menjadi kawanan yang secara sadar membuat perdagangan seks anak-anak dibawah umur semakin sempurna. Ia terus berkembang dan tak menemu jalan penyelesaian karena upaya mengatasinya masih sebatas wacana, slogan, bukan dengan tindakan, menempatkan Indonesia menjadi salah satu Negara sumber sex-trafficiking dengan skala internasional dan juga nasional.
Perdagangan pekerja sex anak-anak dibawah umur yang terjadi di Indonesia umumnya adalah penipuan oleh para agen pekerja, baik yang beroperasi secara legal dan illegal, termasuk penculikan. Korbannya adalah masyarakat di desa-desa yang miskin dan kurang berpendidikan untuk dikirim ke kota-kota besar dipekerjakan sebagai pekerja seks komersil. Setidaknya 30% dari para pekerja seks perempuan di Indonesia berusia dibawah 18 tahun hingga berusia 10 tahun. Mereka dikelabui dan dipaksa terlibat dalam pelacuran. Diperkirakan terdapat 100.000 perempuan dan anak-anak yang diperdagangkan setiap tahunnya, kebanyakan sebagai pekerja seks komersial di Indonesia dan luar negeri.

KONSEP & SINOPSIS

Pentas Jamila & Sang Presiden terdiri dari dua pentas di atas satu panggung pertunjukan. Di panggung, dua cerita (masa kini dan masa lalu) berjalan silih berganti, kadang parallel. Orang-orang dekat, yang mengenal betul konsep pertunjukan-pertunjukan saya terkejut menyaksikan konsep Pelacur & Sang Presiden
“Jamila & Sang Presiden” yang sangat berbeda dengan konsep naskah-naskah saya terdahulu.
Tiga tahun menjadi Pejabat Kesenian ( Ketua Umum DKJ), saya secara tegas menahan diri untuk tidak berkarya. Saya bangga pada diri saya dan Satu Merah Panggung bisa patuh pada keputusan itu. Sebuah keputusan berat yang membuat saya mengalami kehausan yang panjang. Menghadapi proses Jamila & Sang Presiden saya seperti kembali ke rumah kreatifitas saya, dimana fantasi-fantasi saya bisa dengan merdeka bergerak. Saya
tidak pernah merasa bersalah mengomentari perilaku para anggota DPR yang tidak bermutu atau mengecam kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyimpang. Tapi menuangkan dalam sebuah karya kesedihan dan kemarahan saya atas apa yang terjadi di Negeri ini, bagi saya adalah puncak kebahagiaan dan kepada para pembuat kebijakan di negeri inilah sesungguhnya karya ini saya alamatkan.
Cerita “Jamila & Sang Presiden” dimulai ketika Jamila, 26 tahun, seorang Pelacur, menyerahkan diri pada kepolisian, mengaku telah membunuh seorang Pejabat Negara yang menjadi langganannya. Untuk perbuatannya itu dia kemudian dijatuhi hukuman mati. Sebelum dieksekusi, permintaan terakhir Jamila bukan bertemu Ibu atau Ayahnya. Dia meminta untuk dipertemukan dengan Presiden dan seorang ulama tersohor, membuat
masyarakat semakin marah.
Jamila lahir di tengah sebuah masyarakat dimana memperdagangkan anak perempuan untuk dijadikan sebagai pelacur adalah hal biasa bahkan sudah membudaya. Lahir cantik, Jamila sudah digadaikan Ayahnya pada seorang mucikari ketika gadis itu masih berusia dua tahun. Tanpa setahu suaminya, Ibunda Jamila diam-diam menculik Jamila, lalu enyerahkannya pada keluarga Wardiman. Sebagai keluarga terpandang dan terpelajar, Ibu
Jamila yakin dibawah lindungan keluarga Wardiman – Jamila akan aman sekaligus bisa memperoleh pendidikan memadai. Apa yang diharapkan Ibunda Jamila ternyata jauh dari kenyataan. Dua laki-laki di tengah keluarga terhormat itu (suami dan putra tunggal Bu Wardiman) setiap malam menggerayangi Jamila, dan untuk menghentikannya Jamila terpaksa membunuh, dan kabur. Sebuah pengalaman amat buruk yang terus membekas dan membayangi perjalanannya.
Jamila tidak pulang ke kekeluarganya. Dia bertekad memperbaiki nasibnya dengan mandiri. Sebuah tekad yang jelas tidak mudah. Mencari pekerjaan tanpa pendidikan yang memadai – memaksa Jamila terseret ke lingkungan keras perdagangan perempuan. Upayanya menjadi TKI tidak mulus. Kecantikannya membuat para agen lebih tergiur memperdagangkannya sebagai pelacur.
Pentas “Jamila & Sang Presiden” tidak akan memberi petunjuk-petunjuk tentang jalan keluar, apalagi menggurui. Sebagai penulis dan sutradara, saya hanya ingin menawarkan refleksi untuk membuka mata kita semua, bahwa Pelacuran dan Perdagangan seks anak-anak dibawah umur adalah kasus amoral yang datang dari kemiskinan dan kebodohan dan lemahnya iman. Jadi, jadi bagi saya sikap dan kebijakan-kebijakan tidak serius dan
menyimpang para penyelenggara dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, serta masih lemahnya upaya-upaya pemberantasan korupsi, penebangan hutan, kolonialisme ekonomi, dst, yang membuat bangsa ini semakin terpuruk, bagi saya jauh lebih tidak bermoral, begitu juga para ulama / rohaniawan, yang notabene adalah orang-orang yang paling bertanggung jawab dalam menjaga moral masyarakat.

OPENING

PANGGUNG KOSONG, GELAP. CAHAYA MUNCUL DI LAYAR BELAKANG
SEPERTI CAHAYA FAJAR. DI IRINGI SUARA PEREMPUAN MENYANYIKAN
SALAWAT SECARA SOLO.

BEBERAPA SAAT KEMUDIAN SEKELOMPOK ANAK-ANAK PEREMPUAN DI
BAWAH UMUR MELINTAS (SILUET). BU DARNO DAN BEBERAPA ORANG
PREMAN MENDORONG-DORONG ANAK-ANAK HASIL TANGKAPANNYA,
KADANG MENGGEBUK PANTATNYA, KADANG MENJAMBAK RAMBUTNYA .

SETELAH ROMBONGAN ANAK-ANAK LEWAT, LAMPU SOROT DARI DAN KE
BEBERAPA SUDUT BERGERAK. BUNYI SIRENE TERDENGAR MERAUNG-
RAUNG DI KEJAUHAN, DIIKUTI SUARA SIRENE MOBIL KEPOLISIAN YANG
TERDENGAR MENDERU-DERU. TERDENGAR SUARA PARA PEMBACA
BERITA DI BERBAGAI STASION TELEVISI MEMBACAKAN BERITA TENTANG
KEMATIAN SEORANG MENTRI, DI ULANG-ULANG DAN BERLOMBA, KADANG
BERTUMPUK.

DI ATAS PANGGUNG MELINTAS IRING-IRINGAN JENAJAH DISINARI CAHAYA
YANG MEMOTONG DARI ARAH SAMPING.

PEMBACA BERITA -1
Nurdin Hidayat, salah seorang menteri kabinet pagi tadi ditemukan meninggal dunia di kamar sebuah hotel berbintang lima. Tubuhnya berlumuran darah dengan beberapa tusukan dibagian dada dan perut.

PEMBACA BERITA 2
Kematian Mentri Nurdin dilaporkan sendiri oleh pelakunya, Jamila, pada pihak kepolisian. Kepada Pelacur & Sang Presiden. para wartawan Jamila mengaku membunuh Menteri
Nurdin dengan sadar.

PEMBACA BERITA 3
Sidang kabinet yang pagi ini berlangsung diselimuti suasana mendung. Cara dan tempat kematian Nurdin, oleh berbagai pihak dinilai sebagai kegagalan Presiden dalam menyeleksi kualitas moral para anggota Kabinetnya.

PEMBACA BERITA 4
Para pengamat politik menyerukan agar semua pihak terutama para politikus mengambil pelajaran dari kematian Nurdin, memberikan kebebasan pada Presiden menentukan kabinetnya tanpa dibebani kepentingan-kepentingan politik.

BERITA-BERITA ITU FADE OUT BERSAMAAAN DENGAN IRING-IRINGAN
JENAZAH DAN CAHAYA LAMPU SOROT DARI SUDUT-SUDUT ARENA. BUNYI
SIRENE TERDENGAR MENJAUH.

CAHAYA FADE IN KE JAMILA – 2 YANG DUDUK DI BALE DI DALAM SELNYA.
MATANYA MENATAP KE SATU ARAH, JAUH, PENUH DENGAN KEMARAHAN
DAN KEBENCIAN.

DI LATAR BELAKANG, JAMILA – 1 TAMPAK ( SILUET) SEDANG
MENGAJI, MEMBACA AYAT SUCI AL QURAN, SAYUP DAN MENYAYAT.

JAMILA – 1
Allahu laa ilaaha illaa huwal-hayyul-qayyum. Laa ta’khudzuhu sinatun wa laa naum. Lahuu maa fisaa-mawaati wa ma fil-ardhi man dzalladzii yasfa’u indahu illa bi idznihi ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’in min’ilmihi illaa
bimaasyaa’a wasi’a kursiyyuhus-samawaati wal-ardha walaa ya’uduhuu hifhuhumaa wa huwal-aliyyul-azhiim.

CAHAYA DISSOLVE DENGAN IBU WARDIMAN.

LUMPUH, MENGGUNAKAN KURSI RODA IBU WARDIMAN MASUK DI BAGIAN
DEPAN ARENA. IA GUSAR DAN DENGAN SUARA KERAS YANG DIANGGUN-
ANGGUKAN MEMECAH SUASANA, MEMANGGIL-MANGGIL ZAELANI

IBU WARDIMAN
Zaelani ! Zaelani ! (BERTERIAK)

JAELANI (OS)
Saya Bu !

JAELANI BERLARI DARI UJUNG BELAKANG ARENA LANGSUNG KE HADAPAN
IBU WARDIMAN.

JAELANI
Saya disini Bu.

IBU WARDIMAN
Suruh perempuan itu berhenti !! Ngajinya itu membuat telinga Ibu serasa terbakar.

JAELANI
Jaelani tidak paham Bu.

IBU WARDIMAN (OS)
Suruh dia berhenti mengaji. (DIEJA – BERTERIAK)

Jamila menghentikan ngajinya.

JAELANI
Jaelani bingung Bu ?

IBU WARDIMAN
Jangan kamu berpura-pura Zaelani.

JAELANI
Tidak Bu …..

IBU WARDIMAN
Jangan kamu berpura-pura, seolah kamu tidak tahu apa yang terjadi di rumah ini.

JAELANI
Saya mohon maaf Bu Wardiman. Saya betul-betul tidak paham

IBU WARDIMAN (OS)
Bodoh! Panggil Jamila kemari.

JAELANI
Baik Bu.

ZAELANI BANGKIT DAN BERLARI KE ARAH BELAKANG, KELUAR.
SEMENTARA ITU JAMILA 1, SUDAH MEMASUKI ARENA. IA MELANGKAH
PASTI MENDEKATI BU WARDIMAN, BERHENTI DAN SUJUD TEPAT DI
HADAPAN IBU WARDIMAN.

JAMILA 1
Saya disini Bu.

KEHADIRAN JAMILA 1 YANG MENDADAK MEMBUAT BU WARDIMAN GUSAR.
IA MENGGERAKKAN KURSI RODANYA KE ARAH LAIN, SAMBIL.

IBU WARDIMAN (OS)
Jilbabmu itu …. (MENGGERUTU) Melihatmu mengenakan Jilbab Ibu merasa bersekongkol dengan setan menghina almarhum Ibumu.

GEMETAR, TANGAN JAMILA 1 MERAYAP KEKEPALANYA DAN DENGAN
PASTI MELEPAS PENUTUP KEPALANYA. IA MENUNDUKKAN KEPALANYA
MENATAPI JILBAB DITANGANNYA, DENGAN PERASAAN SEDIH SEKALIGUS
MARAH.

IBU WARDIMAN (OS)
Ayahmu – menjualmu ke mucikari, saat kamu masih ingusan.Dalam keadaan sekarat Ibumu menculikmu dari mucikari itu dan mengantarmu kemari supaya kamu aman. Di rumah keluarga terhormat seperti di rumah ini dia berharap kamu akan tumbuh sehat. Dan apa yang kamu lakukan? Kamu seolah ditakdirkan untuk jadi pelacur.

KATA-KATA KASAR YANG DIUCAPKAN BU WARDIMAN SEPERTI
MENDORONG TUBUH JAMILA 1 UNTUK BANGKIT. IA BERDIRI KAKU,
MENDONGAKKAN SEDIKIT KEPALANYA, SAMBIL BERUSAHA KERAS
MENELAN PAHIT UCAPAN – UCAPAN BU WARDIMAN.

IBU WARDIMAN
Ibu hanya memintamu menyebut satu nama Jamila. Bapak Wardiman atau Hendra putra Ibu.
Hanya dengan begitu Ibu punya sesuatu untuk memembelamu. Kamu malah berkeras mengunci mulut.

PERLAHAN TETAPI PASTI, JAMILA 1 SURUT.

IBU WARDIMAN (OS)
Selalu begitu. Membisu dan pergi.

JAMILA MENGHENTIKAN LANGKAHNYA.
SOUND EFFECT , MENGGAMBARKAN KEMARAHANNYA.

IBU WARDIMAN (OS)
Mau kemana kamu ? Menggelandang di jalan-jalan – menjajakan perutmu yang buncit itu.

JAMILA 1 MEMBALIK TUBUHNYA MEMBELAKANGI IBU WARDIMAN.
MELANGKAH CEPAT MENINGGALKAN ARENA. BU WARDIMAN MENATAP KEPERGIAN JAMILA 1 DENGAN GERAM. SEPERTI HENDAK MENCARI PELAMPIASAN. IA MENDORONG KURSI RODANYA, BU WARDIMAN BERTERIAK MEMANGGIL JAELANI, SAMBIL MENINGGALKAN PANGGUNG.

IBU WARDIMAN
Jaelani ….. Jaelani …..

DARI DUA ARAH YANG BERLAWANAN, TERLIHAT BEBERAPA ORANG RONDA
/ LELAKI MELANGKAH CEPAT DENGAN SENTER DI TANGAN.

BEBERAPA SAAT SETELAH ITU, DARI ARAH BELAKANG TIBA-TIBA
TERDENGAR TERIAKAN-TERIAKAN.

ZAELANI (OS)
Pembunuhan !! Pembunuhan!!

IBU WARDIMAN (OS)
Tolong !! Pembunuhan !!
Ya Allah Tolong ……

PARA PEMBAWA CENTER TERHENTI. MEREKA MENGARAHKAN SENTERNYA
MEMUTAR, MENCARI. ARAH SENTER MEREKA LALU BERHENTI DI SATU
SUDUT. BERSAMA-SAMA, MEREKA KEMUDIAN BERLARI KE SUDUT ITU.

DARI ARAH LAIN, JAMILA 1 DENGAN SEBUAH BELATI TERGENGGAM
DITANGAN BERLARI KETAKUTAN. PARA PEMBAWA SENTER SELANJUTNYA
BERKEJAR-KEJARAN – MENGEJAR JAMILA 1.

JAMILA SATU AKHIRNYA TERSUNGKUR TEPAT PUSAT ARENA. PARA
PEMBAWA CENTER MENDEKATI JAMILA 1, MENGELILINGINYA SETENGAH
LINGKARAN SAMBIL MENGARAHKAN SENTER MASING –MASING KE ARAH
JAMILA 1.

JAMILA 2 MELETAKKAN KEPALANYA DI LANTAI, SEPERTI HENDAK
MEMBENAMKANNYA.

DILATAR BELAKANG TERDENGAR KOOR LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
MENYANYIKAN DENGAN LEMBUT SALAWAT NABI.

PENCAHAYAAN DI AREA JAMILA 1, PARELEL DENGAN PENCAHAYAAN DI
AREA SEL JAMILA 2 DENGAN DOMINASI LEBIH BESAR DI AREA JAMILA 2.

DI TENGAH BALENYA JAMILA 2 TAMPAK SEDANG SUJUD, SAMBIL
MELETAKKAN KEPALANYA DI BALE, PERSIS SEPERTI JAMILA 1, PERLAHAN IA MENGAKAT TUBUHNNYA, MEMENTANGKAN KEDUA
TANGANNYA LALU BERTERIAK SEKUAT TENAGA.

JAMILA 2
Aaaaaaaa…..

BU RIA, 30 TAHUN (SIPIR PENJARA) MASUK. SAMBIL MENGHISAP ROKOK – IA MENATAP JAMILA DENGAN TATAPAN TANPA EMPATI, MESKI IA TAMPAK BERUSAHA MENAHAN SUARANYA, SUARANYA TETAP TERDENGAR KETUS – CULAS.

BU RIA
Hei Hei! Apa-apaan terik-teriak begini?

JAMILA – 2 MENDADAK STATIS OLEH SUARA KERAS BU RIA. IA MULAI
SDARIA BARU SAJA MENGALAMI MIMPI BURUK.

BU RIA
Penghuni penjara ini bukan cuma kamu Mila. Mimpi buruk, itu biasa. Jadi gak usah teriak-teriak. Membunuh seorang pejabat tinggi mampu, menghadapi mimpi buruk kok seperti orang kesurupan.

JAMILA – 2 TIDAK MENANGGAPI. TAMPAK LETIH, IA MEREBAHKAN
TUBUHNYA, MERINGKUK.

PENCAHAYAAN DI AREA JAMILA 1, PARELEL DENGAN PENCAHAYAAN DI
AREA SEL JAMILA 2 DENGAN DOMINASI LEBIH DI AREA JAMILA 1.
MASIH DIKELILINGI PARA PEMBAWA SENTER, JAMILA 1 BERUSAHA
MENGANGKAT TUBUHNYA. IA MENG-GOSOK2-KAN JILBABNYA YANG
PUTIH, MEBERSIHKAN DARAH DI BELATI YANG TERGENGGAM DI
TANGANNYA, BERULANG-ULANG, SEOLAH DARAH YANG MELEKAT DI
BELATI ITU TAK KUNJUNG BERSIH. IA MENATAP KEDUA BENDA ITU SEPERTI
MENATAP SEBUAH DOSA MENAKUTKAN, SAMBIL BICARA DENGAN AMARAH
DAN KEGETIRAN.

JAMILA 1
Apa ini …. Ya Allah apa ini ….

Ibu menyebut kelahiranku – adalah cahaya. Disambut dengan upacara . . . Diiringi doa-doa dan salawat Nabi …. Ibu berbicara tentang kesucian dan harga diri.
Dan aku disini sekarang Bu . . . Berdiri sendirian, di tengah kegelapan yang pekat
yang tak punya ujung . . .

PARA PEMBAWA CENTER MENYERETJAMILA 1 KELUAR

JAMILA 1
Kesucian seperti apa Bu ? Harga diri yang bagaimana ?

CAHAYA DI JAMILA 1, DISSOLVE KE SEL JAMILA 2.

JAMILA 2 MASIH MERINGKUK. BU RIA MENDEKATI JAMILA – 2,
DUDUK DI SALAH SATU SUDUT DENGAN POSISI MEMBELAKANGI JAMILA 2,
SAMBIL TERUS MENGEBULKAN ASAP ROKOKNYA.

JAMILA 2
Itu pengalaman terpahit sepanjang hidupku Bu Ria. Aku dititipkan di tengah keluarga itu
agar aku aman dan tumbuh sehat. Dan dua lelaki di keluarga terhormat itu, setiap malam menggerangi tubuhku, merenggut kesucianku ….

BU RIA BANGKIT. IA BICARA SINIS SAMBIL MENGITARI JAMILA – 2, DAN TAK
HENTI MENGHISAP DAN MENGEPULKAN ASAP ROKOK DARI MULUTNYA.

BU RIA
Pelacur bicara tentang kesucian …..

TANPA SEDIKITPUN EMPATI, BU RIA DENGAN SIKAP KASAR YANG BERLEBIHAN MEMUNTAHKAN KEJENGKELANNYA PADA JAMILA 2.

BU RIA
Hei, Dengar ya !! Aku sudah tiga tahun diangkat jadi Kepala sipir di penjara ini. Jadi aku sudah kenyang dengan cerita-cerita pembelaan-diri seperti itu. Anak-anak yang diperkosa ….. Dianiaya, diperdagangkan ……

Dan kalaupun kamu betul korban, Itu tidak berarti kamu berhak membunuh orang,
apalagi mengharapkan bonus – belas kasihan.

JAMILA 2, MENEPIS DENGAN KASAR TANGAN BU RIA YANG SEJAK TADI
SECARA BERLEBIHAN MELECEHKAN JAMILA 2.

SIKAP JAMILA 2 TAMPAK BERUBAH. IA DUDUK DENGAN TUBUH TEGAK,
KEPALA MENATAP LURUS KEDEPAN, TAMPAK KUAT.

KOOR SALAWAT NABI ITU PERLAHAN FADE OUT.

JAMILA 2
Aku membunuh dua laki-laki itu dalam waktu bersamaan Bu Ria. Aku membunuh keduanya dengan tanganku sendiri.

BU RIA MENATAP JAMILA TERPANA SEKALIGUS MARAH. MASIH BELUM
PUAS DENGAN EJEKAN-EJEKANNYA, IA MENANGGAPI PENGAKUAN JAMILA
2 DENGAN SIKAP DAN SUARA SEMAKIN BERNAFSU.

BU RIA
Ooooo …. Dan kamu bangga? Apa yang kamu banggakan Mila ? Menjadi sorotan dimana-mana ? Menjadi berita utama di Koran-koran ….

TIDAK TAHAN, BU RIA TIBA-TIBA LONCAT KE BALE, MENGUNYAN-UNYANG
KEPALA JAMILA 2, KASAR

BU RIA
Eh, dengar ya, pelacur …. Kamu itu harusnya malu !!!

JAMILA TIDAK MENANGGAPI. MATANYA TERUS MENATAP JAUH KE DEPAN,
TAJAM, SEPERTI MENATAP KE MASA LALUNYA.

BU RIA MENINGGALKAN SEL.

DI ARENA, SEROMBONGAN PELACUR BERGERAK – SEBAGAIMANA JAMILA 2
MEMBAYANGKAN MENAKUTKANNYA MASA LALUNYA. KETIKA DIA
TERHEMPAS – HEMPAS MENCARI JALAN HIDUP YANG BERSIH DAN LURUS,
TERLEMPAR DARI SATU HARAPAN KE HARAPAN LAIN – DAN AKHIRNYA
MENYERAH DAN TERJEBAK DI DUNIA PELACURAN YANG KOTOR DAN
GELAP. (ADEGAN DIGAMBARKAN DENGAN KOREOGRAFY)

SUARA SALAWAT SOLO ITU KEMBALI TERDENGAR.

S A T U

CAHAYA DARI ARENE FADE OUT, DAN FADE IN KE SEL JAMILA 2 –
(PAGI) SEORANG POLISI PENJARA MASUK DARI ARAH BELAKANG ARENA
MEMBAWA SEBUAH KORAN.

JAMILA – 2 TIBA-TIBA MENGUBAH POSISINYA MENJADI TERLENTANG, DAN
MENGANGKAT SALAH SATU KAKINYA TINGGI-TINGGI, MEMBUAT BAJU
TAHANANNYA TERSINGKAP HINGGA KE PANGKAL PAHA.

BEBERAPA SAAT SI POLISI PENJARA TERPERANGAH MELIHAT PAHA JAMILA
2 YANG MULUS, SAMBIL BERPALING, IA MENEGUR JAMILA AGAR
MENURUNKAN KAKINYA.

POLISI PENJARA 1
Turunkan kaki kamu Jamila.

JAMILA 2 TIDAK MEMATUHI TEGURAN POLISI PENJARA. DIA MALAH
MENGULANGI KELAKUANYA DENGAN MENAIKKAN KAKINYA YANG LAIN.
POLISI PENJARA MENJADI MARAH. DIA MENGHAMPIRI JAMILA 2, DENGAN
MENEGURNYA, KERAS.

POLISI PENJARA 1
Hei Jamila! Turunkan kaki kamu itu!

MERASA SUKSES JAMILA 2 TERTAWA. IA MEMBALIK TUBUHNYA CEPAT,
LALU MENGEJEK POLISI PENJARA.

JAMILA 2
Kenapa ? Terangsang? Jangan liat!

POLISI PENJARA 1
Dasar Pelacur! (MENGGERUTU)

JAMILA 2
Saya dipenjara disini bukan karena melacur Pak Polisi, tapi karena membunuh.
Jadi aku pembunuh – bukan pelacur.

ENGGAN MENERUSKAN PERDEBATAN, POLISI PENJARA MENJAUH.

JAMILA 2
Bapak berkeluarga ?

POLISI PENJARA 1
Ya.

JAMILA 2
Punya anak perempuan?

POLISI PENJARA
Ya, dua.

DALAM SATU KALI GERAKAN JAMILA 2 BERUBAH KE POSISI DUDUK.

JAMILA 2
Jaga mereka baik-baik Pak. Kita semua tahu tidak ada anak yang lahir kotor.
Tapi aku saksi Pak Polisi. Dunia yang tamak dan penuh dengan kemunafikan,
dapat dengan mudah mengotori dan menjerumuskan mereka …..

SETELAH MENGUCAPKAN KALIMAT TERAKHIRNYA, JAMILA 2 MENDADAK
TEGANG. IA MEMELUK KEDUA LUTUTNYA, MENATAP LURUS KEDEPAN,
TAJAM. IA SELANJUTNYA BICARA DENGAN SUARA GERAM.

JAMILA 2
Aku salah satu dari mereka Pak Polisi. Aku sudah membunuh sejak aku masih kanak-kanak.
Sejak aku belum memahami mana yang benar dan mana yang tidak. Dan itu menakutkan.

POLISI PENJARA 1 MELANGKAH HENDAK MENINGGALKAN JAMILA 2.

JAMILA 2 (TERTAWA SINIS)
Kenapa Pak ?

POLISI PENJARA MENHENTIKAN LANGKAHNYA

JAMILA 2
Yakin kalau aku betul seorang pembunuh, Bapak membenciku sekarang?

POLISI PENJARA TIDAK MENJAWAB IA MEMBUKA KORAN DITANGANNYA,
DAN MULAI MEMBACA.

POLISI PENJARA
Pansus RUU APP menipu masyarakat baik pihak yang mendukung maupun pihak yang kontra ……

JAMILA 2 GERAM. DIA TAHU POLISIS PENJARA MENGGANTI TOPIK YANG
DIBACANYA. DIA TAHU ADA BERITA HANGAT TENTANG DIRINYA MAKA
POLISI ITU MEMBAWA KORAN KESANA UNTUK MEMBACAKANNYA
PADA JAMILA 2.

JAMILA 2 MENDEKATI POLISI PENJARA MERAMPAS KORAN YANG SEDANG
DIBACANYA. JAMILA 2 MEMBOLAK-BALIK KORAN ITU, LALU KEMBALI
MENYERAHKANNYA PADA POLISI PENJARA.

JAMILA 2
Hari ini Pengadilan akan memutuskan Hukumanku. Aku yakin hari ini semua Koran dengan
bersemangat sedang membicarakannya ….. Baca !!

POLISI PENJARA MEMBACA KORAN SESUAI KEINGINAN JAMILA 2.

POLISI PENJARA
Forum Pembela Iman Bangsa atau FPI …. B, besok akan mengerahkan ribuan massanya ke depan Kantor Pengdilan, memastikan sidang Pengadilan menjatuhi Jamila hukuman mati.

JAMILA 2
Forum Pembela Iman Bangsa. Milisi moralis munafik itu …..

DENGAN GAYA SEORANG PELACUR JAMILA 2 MENGHAMPIRI POLISI
PENJARA, MENANGGAPI DENGAN SINIS BERITA YANG BARU DIDENGARNYA

JAMILA 2
Kalau saja mereka mengerti apa arti moral …. Mereka akan tau – moral seperti apa yang membuat nasibku jadi seperti ini, dan mereka seharusnya mengangkatku menjadi anggota kehormatan.

IBU RIA MUNCUL BERSAMA PENGACARA. BU RIA TAMPAK TIDAK SUKA MELIHAT PERILAKU JAMILA BERRANGKUL-RANGULAN DENGAN PETUGAS.

BU RIA
Hem, hem …..

POLISI PENJARA TERKEJUT DAN LANGSUNG BERLALU DENGAN LANGKAH
TERBURU-BURU. JAMILA 2 KEMBALI KE BALENYA, TERSIPU. DI LAIN PIHAK, TERIAKAN BU RIA MENGHENTIKAN LANGKAHNYA.

BU RIA
Mau kemana kamu ?

BU RIA MENGHAMPIRI POLISI PENJARA, GERAM.

BU RIA
Tugas kamu menjaga napi. Bukan bercengkerama dengan napi.

POLISI PENJARA MENINGGALKAN SEL. GUSAR MAUNYA SENIRI, BU RIA MENGHAMPIRI JAMILA 2, DENGAN SIKAP TETAP TANPA EMPATY.

BU RIA
Jamila !! Tuh, aku bawain kamu pengacara. Aku sendiri sih gak percaya sama yang namanya pengacara. Tapi siapa tahu nasib kamu lebih baik.

JAMILA TIDAK BERREAKSI, BU RIA BERGERAK KE ARAH PENGACARA.

BU RIA
Bapak Malik ini menawarkan diri membelamu di Pengadilan nanti. Kalau pengacara menawarkan diri berarti gratis dong. Iya nggak Pak ? (Ke Pengacara)

PENGACARA HANYA SENYUM-SENYUM. IA MELANGKAH MENDEKATI JAMILA 2, TAPI BELUM-BELUM JAMILA 2 SUDAH MENOLAKNYA DENGAN SUARA KETUS.

JAMILA 2
Aku tidak membutuhkan pembelaan.

MALIK BEBERAPA SAAT TAMPAK BERPIKIR. DENGAN TENANG, IA KEMBALI
MENDEKATI JAMILA 2, MEMBERI PENJELASAN DENGAN SUARA KHAS
SEORANG PENGACARA

PENGACARA
Jamila. Kamu membunuh seorang pejabat tinggi. Banyak pihak meragukan proses yang berlangsung di Pengadilan. Terlalu cepat dan tidak masuk akal.

PENJELASAN MALIK TIDAK BERHASIL MEMBUAT JAMILA 2 BERGEMING.

PENGACARA
Jutaan orang diluar sana bersimpati sama kamu Jamila …..

BU RIA LANGSUNG MENYAMBAR.

BU RIA
Tuh kan? Aku membunuh suamiku, karena setiap hari mabok-mabokan, pulang ke rumah untuk memukulin aku. Nggak ada tuh yang bersimpati ….

JAMILA BANGKIT DARI DUDUKNYA, MENGGERUTU ….

JAMILA 2
Bersimpati …. (MENGGERUTU) Aku baru saja membaca bagaimana mereka merindukan kematianku.

PENGACARA
Bukan mereka Jamila, tapi jutaan orang diluar sana.

JAMILA 2
Cukup Pak !

JAMILA KEMBALI KE BALE, PENGACARA MENGEJARNYA

PENGACARA
Bagaimanapun Ratusan juta rakyat yang membisu itulah yang sungguh-sungguh memahami keadaanmu.

JAMILA 2
Cukup!

PENGACARA
Mereka tidak menginginkan dakwaan atas dirimu ditunggangi kepentingan politik.

JAMILA 2
Cukup! Cukup!! Cukup !!!! Aku sudah bilang aku tidak membutuhkan pembelaan.

AMARAH JAMILA 2 MENGEJUTKAN PENGACARA. BEBERAPA SAAT HENING.

PENGACARA
Jamila . . .

DENGAN SUARA BERGETAR MENAHAN AMARAH, JAMILA 2 MENGUSIR
PENGACARA.

JAMILA 2
Keluar! Atau aku berteriak.

BU RIA AKHIRNYA MENDEKAT MENENGAHI

BU RIA
Sudahlah Pak Malik. Dia sudah siap jadi Martir kok.

BU RIA MEMBERI ISYARAT PADA PENGACARA UNTUK MENINGGALKAN
JAMILA 2. PENGACARA AKHIRNYA KELUAR. BEGITU PENGACARA KELUAR, DENGAN GERAM BU RIA LANGSUNG MENGHADAPI JAMILA 2 NYARIS TIDAK SANGGUP MENGENDALIKAN EMOSINYA.

BU RIA
Pelacur, pembunuh, dan sekarang siap jadi martir …… Kamu itu pelacur Mila. Kamu pembunuh. Jadi jangan kamu bermimpi ingin jadi pahlawan. Politik …. Politik …… (Menggerutu)

BEBERAPA SAAT HENING. SELANJUTNYA, DENGAN BERWIBAWA, DIEJA,
JAMILA BUKA SUARA.

JAMILA 2
Pelacuran itu politik Bu Ria. Aku, tidak ada bedanya dengan Politikus.

BU RIA TERKEJUT

BU RIA
Jaga mulutmu Mila.

JAMILA 2
Berteriak-teriak tentang moral. Laki-laki selalu gegap gempita kalau sudah bicara soal moral. Hah . . .

BU RIA
Mila! (BERTERIAK)

JAMILA – 2
Kenapa? Bawa aku kehadapan mereka Bu Ria, dengan betis sedikit membuka.
Dan moral tidak lagi punya tempat. Ha ha ha . . .

BU RIA MENARIK TANGAN JAMILA 2.

BU RIA
Jamila, duduk kamu —-

JAMILA 2 MENEPIS TANGAN BU RIA, DAN SEMAKIN BERSEMANGAT.

JAMILA 2
Aku benci orang-orang membesar-besarkan kedudukan politikus. Mau berdasi, mau bersorban tujuh tingkat ….. Politikus dan aku sama Bu. Sama-sama pelacur.

BU RIA
Tapi kamu pelacur yang dalam beberapa hari lagi akan dijatuhi hukuman mati.

JAMILA
Lalu ? Aku membunuh pejabat itu dengan tanganku Sendiri Bu Ria. Aku membunuhnya dengan sadar. Orang-orang seperti mereka memang harus dibunuh

BU RIA BANGKIT, MARAH

BU RIA
Cukup Mila !!

JAMILA SEMAKIN SEWOT

JAMILA 2
Kenapa ?

BU RIA MENCOBA LEBIH TEGAS SEKALIGUS BERWIBAWA

BU RIA
Karena apa yang keluar dari mulut kamu itu bisa memberatkan hukumanmu.

JAMILA SURUT, MENERTAWAKAN DENGAN SINIS SIKAP BU RIA YANG
MENDADAK PERDULI.

JAMILA – 2
Hah …… Setelah selama ini kamu sibuk menghinaku; Sibuk mengejek dan melecehkanku,
sekarang kamu mendadak perduli…..

BU RIA, DENGAN WAJAH KAKU – BICARA TEGAS.

BU RIA
Saya perduli Jamila. Saya perduli. Itu sebab aku tidak ingin ocehan-ocehanmu ini
didengar orang lain, karena itu bisa memberatkan hukumanmu

JAMILA 2 MELEPAS TUBUHNYA KASAR DARI GENGGAMAN BU RIA, BANGKIT,
SAMBIL MENYERINGAI SINIS, IA MULAI BERTINGKAH …..

JAMILA 2
Begitu ? Bagaimana kalau aku justru ingin semua orang mendengar.

JAMILA LONCAT KE ATAS BALE DAN MULAI BERTERIAK-TERIAK, MEMBUAT
BU RIA SEMAKIN PANIK.

JAMILA 2
Wahai rakyat yang penderitaannya sama dengan deritaku.

BU RIA
Jamila cukup!!

JAMILA 2
Wahai kaum Ibu dan para pejabat yang terhormat,

BU RIA
Cukup !!

BU RIA MEMEKIK KERAS, TETAPI JAMILA 2 TETAP MENGHIRAUKAN.

JAMILA 2
Wahai para penegak hukum dan kaum alim-ulama,

BU RIA
Cukup Jamila !!

JAMILA – 2
Bu Ria tahu bagaimana para Ulama itu melihat orang-orang seperti diriku ? Neraka jahannam ….. Ha ha ha ….

KELAKUAN JAMILA 2 MEMBUAT BU RIA SEMAKIN PANIK. DIA BERTERIAK MEMANGGIL PETUGAS.

BU RIA
Petugas !!

DUA POLISI PENJARA MASUK MEMBUAT JAMILA 2 JUTERU SEMAKIN LIAR
DAN NAKAL.

JAMILA 2
Kenapa Bu Ria? Bukankah seseorang yang akan dijatuhi hukuman mati boleh melakukan apa saja sebelum ajalnya tiba?

JAMILA 2 SEMAKIN JENGKEL MELIHAT DUA POLISI PENJARA TAHU-TAHU
SUDAH BERDIRI DI SISI BALENYA. IA MENGANGKAT KAKINYA TINGGI-
TINGGI.

JAMILA 2
Bagaimana pendapat Bu Ria, kalau permintaan terakhirku nanti adalah – ditiduri Presiden?

TIDAK TAHAN, BU RIA MENEMPELENG JAMILA 2 SESAAT HENING. BU RIA SENDIRI, TERKEJUT ATAS PERBUATANNYA, MENGHINDAR KE SISI LAIN.

BU RIA
Bawa dia ke ruang Isolasi!

JAMILA MERONTA DARI TANGAN DUA PETUGAS YANG DENGAN SIGAP
MENARIKNYA.

JAMILA 2
Aku lebih suka meminta Presiden meniduriku Bu Ria, ketimbang memintanya
memberiku pengampunan. Pengampunan hanya akan memperpanjang kesialanku.

PARA PETUGAS KEMBALI MEMEGANGI JAMILA 2 TAPI JAMILA 2 KEMBALI
MERONTA. DIA LONCAT DARI BALE, MENGHAMPIRI BU RIA.

JAMILA 2
Tidak ada satu anakpun di muka bumi ini ingin jadi Pelacur Bu Ria. Tidak satu anakpun ……..

BU RIA
Petugas !!

PARA POLISI ITU MENYERET JAMILA 2 KELUAR. JAMILA 2 TERUS SAJA
BERTERIAK. SUARANYA SEMAKIN SERAK DAN BERBAUR AIR MATA.

JAMILA 2
Siapa yang menginginkanku jadi pelacur Ria?

DUA PETUGAS AKHIRNYA MENYERET JAMILA 2 YANG MASIH TERUS
BERTERIAK-TERIAK.

JAMILA 2
Siapa yang menginginkanku jadi pelacur ? Siapa yang menumpuk kebencian didadaku?
Siapa ? Siapa ?

HENING. BU RIA DUDUK DI TEPI BALE JAMILA TEPEKUR.
POLISI PENJARA MASUK, LANGSUNG BICARA, JENGKEL.

POLISI PENJARA
Bersikap keras terhadap para napi baru; Sebagai latihan mental, menurutku bagus.
Tetapi memusuhi Jamila, mengejeknya, melecehkannya ….

BU RIA
Cukup.

POLISI PENJARA
Dalam hitungan hari perempuan itu sudah akan dijatuhi hukuman mati. Aku tidak mengerti kenapa kamu seperti tidak puas-puas menyakiti dia …. Kenapa ? Kamu cemburu ?

BU RIA BANGKIT MARAH, MENGHAMPIRI POLISI PENJARA, RAPAT.

BU RIA
Ngaca!! Tidak ada laki-laki yang pantas untuk saya. Termasuk kamu. Jadi jangan besar kepala.

POLISI PENJARA
Dia tidak pantas masuk ruang isolasi Ria.

BU RIA
Cukup.

POLISI PENJARA
Dia tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengancam.

BU RIA
Keluar ……

POLISI PENJARA
Baik. Tapi kalau kamu tidak ingin mendapat masalah, kembalikan Jamila sekarang …….

BU RIA
Keluar …… (BERTERIAK)

POLISI PENJARA AKHIRNYA KELUAR. BU RIA DALAM FRUSTRASI BERAT KEMBALI DUDUK DI TEPI BALE. IA MENEKAN KEDUA KEPALANYA SEPERTI MERASAKAN SAKIT YANG SANGAT.

BU RIA
Kebencian apa ini ….. Ya Tuhan, kebencian apa ini ……

D U A.

CAHAYA FADE OUT DI SEL, FADE IN DI ARENA.

BU DARNO, SEORANG GERMO, SETENGAH BAYA, KUAT, KERAS SEDANG
MENYERET-NYERET JAMILA – 1 (REMAJA) BERSAMA SEGEROMBOLAN
ANAK-ANAK PEREMPUAN DIBAWAH UMUR, KASAR, MELINTAS PANGGUNG.

TATI, SEORANG PELACUR, MENGEJAR BU DARNO.

TATI
Bu Darno! Sebentar Bu Darno !

KESAL BU DARNO MENGHENTIKAN LANGKAH.

BU DARNO
Ada apa lagi Tati?

TATI
Jamila lebih suka jadi TKI Bu Darno.

BU DARNO
Cari agen TKI kalau begitu.

BU DARNO KEMBALI MELANGKAH. JAMILA – 1 MEMBERANIKAN DIRI
MENGHAMPIRI DAN BERDIRI DIHADAPAN BU DARNO. BU DARNO
MENATAP JAMILA 1 JENGKEL, LALU DUDUK DENGAN PERASAAN KESAL
DI BALE YANG TERLETAK TIDAK JAUH DARI SANA.

JAMILA – 1
Tolong saya Bu Darno, saya ingin jadi TKI.

BU DARNO
Saya pusing dengan kamu! Saya tidak tau kamu siapa; keturunan siapa ….
Kamu tahu-tahu ada di hadapan saya, mandi di kamar mandi saya, makan makanan dari
dapur saya, tetapi tidak sedikitpun mau mendengar nasehat saya.

JAMILA 1
Saya tidak akan selamanya menumpang Bu. Tapi saya harus kerja. Saya ingin jadi TKI

BU DARNO TKI …
Pernah baca Koran nggak? Atau nonton tv …… Pernah nggak?

JAMILA REMAJA
Pernah Bu.

BU DARNO
Lihat bagaimana hinanya TKI-TKI itu dipulangkan? Lihat bagaimana mereka ketakutan dan putus asa dan berjejal-jejal seperti sampah, ……

JAMILA TAMPAK CIUT. IA MENJAWAB HAMPIR TAK TERDENGAR.

JAMILA REMAJA
Lihat Bu.

BU DARNO
Tahu Bonet? Atau Ningsih yang sekarang terancam hukuman gantung itu?

JAMILA – 1 TERDUDUK PUTUS ASA DI SAMPING BU DARNO

BU DARNO
Kamu siap kalau satu saat kulitmu yang bagus ini disetrika majikan sinting
di luar sana? Atau diperkosa setiap malam, setelah sepanjang hari kamu banting
tulang sikat ubin?

TATI
Jamila cuma minta dikenalin sana si Mami Bu Darno.

BU DARNO
Tutup mulut kamu kalau Ibu sedang bicara Tati. Dan sejak kapan kamu jadi makelar?

TATI LANGSUNG SURUT.

JAMILA 1
Saya tidak punya ijasah Bu Darno …… Saya dengar Si Mami bisa membantu.

BU DARNO
Itu justru yang Ibu maksud. Tanpa ijazah, di Luar Negri sana kamu hanya akan jadi babu.
Si Mami, si Mami ….. (MENGEJEK SAINGAN) Si Mami itu hanya akan memeras kamu dari ujung rambut hingga ujung kuku kakimu.

Jadi TKI itu ibarat main judi. Kalau kamu beruntung kamu dapat majikan yang baik dan bagus. Tapi kalau nggak, kamu akan bertemu majikan berhati setan; Pulang sebagai korban penganiayaan, dan tetap miskin.

JAMILA REMAJA
Saya ingin punya uang Bu, dan saya tidak punya ijasah.

BU DARNO
Itu justru yang Ibu maksud. Tanpa ijazah, di luar Negeri sana, kamu hanya bisa jadi babu.
Padahal disini, kamu masih bisa jaga toko, jualan gado-gado dan dapat uang.

Mentang-mentang ke luar Negri, matanya pada silau. Lebih baik jadi ratu di kampung sendiri Jamila ketimbang jadi budak di negri orang ….

JAMILA -1
Tapi saya ingin punya uang banyak Bu. Saya ingin menyekolahkan adik saya. Saya tidak mau adik saya, seperti saya.

BU DARNO
Oooo, jadi itu intinya. Ingin punya banyak uang? Bagus. Ibu akan menunjukkan sama kamu, membimbing kamu, hingga kamu dengan cara gampang, cepat, enak, dan dapat uang
sebanyak-banyaknya.

TATI
Tapi Jamila hanya mau jadi TKI Bu Darno!

BU DARNO LAGI-LAGI MURKA SAMA TATI.

BU DARNO
Cukup Tati !! Cukup!! Jangan ikut campur !! Keluar! Keluar !!

TATI LANGSUNG LARI DAN MENGHILANG. BU DARNO KEMBALI KE JAMILA –
1, MENATAPNYA LEKAT, LALU MENGHAMPIRINYA DENGAN SIKAP LEBIH
RAMAH.

BU DARNO
Kamu mau belajar kan ?

JAMILA
Mau Bu.

BU DARNO
Bagus.

BU DARNO MEMERIKSA DAN MERABA-RABA TUBUH JAMILA 1, MENELITINYA
DARI UJUNG RAMBUT HINGGA UJUNG KAKI, SAMBIL MENGAJUKAN
BEBERAPA PERTANYAAN.

BU DARNO
Berapa umurmu sekarang ?

JAMILA REMAJA
Empat belas tahun Bu.

BU DARNO
Bagus. Mulai sekarang umurmu delapan belas.

JAMILA – 1
Umur saya empat belas Bu Darno.

SUARA BU DARNO KEMBALI MELENGKING.

BU DARNO
Ya, tapi mulai sekarang umurmu delapan belas.

JAMILA – 1
Kenapa Bu.

TIDAK SABAR, BU DARNO MERAPAT KE JAMILA 1, MENARIK BAJUNYA KE
ATAS, HINGGA TUBUH JAMILA – 1 TERANGKAT.

BU DARNO
Karena saya mau begitu Dan karena kamu mau dapat uang banyak. Kamu mau uang banyak kan ?

JAMILA – 1
Iya Bu.

BU DARNO
Bagus. Itu kesepakatannya. Dan jangan pernah anggap enteng dengan kesepakatan itu karena urusan nyawa – Paham ?

JAMILA – 1
Paham Bu.

JAMILA 1 MASIH TERPANA KETIKA BUNYI SIRENE POLISI TERDENGAR
MERAUNG DI KEJAUHAN. BU DARNO MENYERET JAMILA 1, MENINGGALKAN
ARENA..

BU DARNO
Ayo!! Mau ketangkap?

BU DARNO BERSAMA JAMILA 1 LARI. PARA PELACUR, MEMASUKI ARENA DARI BEBERAPA ARAH BERLARIAN, PANIK, DIIUKUTI LAMPU SOROT YANG MENYOROTI MEREKA SATU DEMI SATU. BEBERAPA PETUGAS MENGEJAR MEREKA. PARA PELACUR BERLARIAN, KETIKA PARA PELACUR SUDAH TERSUDUT, DAN PARA PETUGAS SEDANG SIAP-SIAP UNTUK MEMULAI RAZIA, PARA PELACUR ITU SEREMPAK MENGEJEK PARA PETUGAS DENGAN MENGGOYANG-GOYANGKAN PANTATNYA.

PETUGAS 1
Konyol!

SALAH SATU PETUGAS MENENDANG PANTAT SALAH SATU PELACUR
MEMBUAT SELURUH PELACUR ITU SEREMPAK TERSUNGKUR DI LANTAI.
PADA SAAT ITU KEPALA PETUGAS MASUK.

KEPALA PETUGAS
Berdiri!! Ayo berdiri!!

PARA GADIS BERUSAHA BANGKIT, KEREPOTAN. PETUGAS MENARIK
MEREKA STU DEMI SATU.

PETUGAS 1
Berdiri disitu! Jejer !! Hei! Dengar nggak? Jejer!!

SEORANG GADIS GENDUT KESUSAHAN BANGKIT. IA MASIH MENIBAN
PELACUR LAIN. PETUGAS 1 MENARIKNYA.

PETUGAS 1
Badan tebalnya kayak gini kok ada yang doyan.

SI GENDUT MENGEPALKAN TANGANNYA KE PETUGAS 1, BICARA
CEMPRENG, DAN DIBUAT-BUAT.

GENDUT
Kenapa? Mau coba?

PARA PELACUR
Huuuuu …..

KEPALA PETUGAS
Cukup!! Ayo, dalam barisan!

PETUGAS 1
Mundur! Ngerti baris nggak ? Hei, gendut, mundur kamu.

KEPALA PETUGAS
Gendut, sini kamu ! (PD SI GENDUT)

SAMBIL MELENGOS PADA PETUGAS 1 . SI GENDUT MAJU DENGAN
PANTAT SEDIKIT DIGOYANG.

GENDUT
Betul kan, laris …..

PARA PLACUR
Huuuuuu …..

KEPALA PETUGAS KTP.

PETUGAS 1
Serahin KTP kamu.

SI GENDUT MENYERAHKAN KTPNYA KE KEPALA PETUGAS. KEPALA
PETUGAS MEM BOLAK-BALIK KTP SAMBIL MENGAMATI SI GENDUT.

KEPALA PETUGAS
Apa betul kamu sembilanbelas tahun?

GENDUT
Betul Pak. Sembilanbelas.

KEPALA PETUGAS
Sekarang, coba kamu bantu saya. Kumpulkan KTP teman-temanmu ini.

PARA PELACUR MAJU SEREMPAK, MENUNJUKKAN PROTES.

KEPALA PETUGAS
Kenapa ?

SALAH SATU DARI PARA GADIS ITU NYELETUK.

GADIS 2
Damai aja Pak, DAMAI ….

KEPALA PETUGAS BERUSAHA MENAHAN KEJENGKELANNYA

KEPALA PETUGAS
Siapa itu ?

PARA PELACUR BERUSAHA MENUTUPI PELACUR 2.

KEPALA PETUGAS
Hei! Siapa yang barusan ngomong tuh? Kesini kamu !! Jangan berani bunyi
nggak berani nunjukin muka.

BERHUBUNG TIDAK ADA YANG MAU MAJU, KEPALA PETUGAS MEMBERI
PERINTAH PADA BAWAHANNYA.

KEPALA PETUGAS
Petugas !!

SALAH SATU PETUGAS AKHIRNYA MENYERET GADIS DUA KE
HADAPAN KEPALA PETUGAS.

KEPALA PETUGAS
Bicara apa kamu barusan hah? Damai – damai …. Hari gini, ngajak Polisi korupsi.

GADIS LAIN TIBA-TIBA MELUDAH/MENGEJEK DENGAN KERAS.

TATI
Chuah ….

KEPALA PETUGAS
Yang barusan meludah kesini!!

TATI, DENGAN BERANI MENDEKATI KEPALA PETUGAS.

KEPALA PETUGAS
Bongkar dan cari KTP di tas kawan-kawanmu! Satu demi satu.

TATI
Nggak !! Aku bukan polisi.

PETUGAS 2
Kurang ajar ….

PETUGAS 2 MENYERET GADIS 2 KE HADAPAN KEPALA PETUGAS.

KEPALA PETUGAS
Periksa tas kawan-kawanmu!!

TATI
Aku sudah bilang, Nggak!

KEPALA PETUGAS
Baik. Petugas !!

PARA PETUGAS
Siap!

KEPALA PETUGAS
Laksanakan!!

PARA PETUGAS
Siap! Laksanakan !!

SEREMPAK PARA PETUGAS MENGHAMPIRI PARA GADIS UNTUK
MELAKUKAN PENGGELEDAHAN. TERJADI KEGADUHAN, KARENA TANPA
DIDUGA PARA PELACUR JUSTRU LEBIH SIGAP MENYERANG PARA
PETUGAS.

PETUGAS
Aduh …. Aduh …. Bajingan ….. Dasar pelacur !

PARA PETUGAS KELIMPUNGAN MENAHAN SAKIT DI MATA DAN KEMALUAN.
PARA GADIS LARI SAMBIL TERTAWA PUAS.

T I G A

PARA PELACUR KEMBALI MEMASUKI PENTAS, BERUBAH JADI LOKALISASI
MENGGAMBARKAN DENGAN KOREOGRAFI BAGAIMANA MEREKA SAAT
MENJAJAKAN DIRI. BEBERAPA SAAT BERLANGSUNG, DARI SUDUT LAIN BU DARNO MASUK DENGAN LANGKAH PANJANG-PANJANG, MARAH

BU DARNO
Dimana Jamila ?

GADIS-GADIS ITU TIBA-TIBA STATIS, MEREKA MENOLEH KE BU DARNO DENGAN TATAPAN TIDAK SUKA.

BU DARNO
Ada yang lihat Jamila nggak ?

SEMUA MEMBISU DENGAN SIKAP DAN BAHASA TUBUH MELAWAN.

BU DARNO
Apa ini? Solidaritas? Bu Darno yang kejam yang telah dengan sadis menempeleng Jamila yang cantik dan lemah lembut…. (DIEXPLOITASI) Kita punya aturan disini.

Membangkang, berbuat sesuka hati, ada ganjarannya. Jamila mendapatkan duapuluh kali lipat dari apa yang kalian semua dapatkan. Sekolah, kursus bahasa, buku-buku mahal ….

Dan Ibu tidak mengusir Jamila. Ibu hanya meminta supaya dia berhenti Bunting.
Bagaimana mau dapat uang kalau sebentar-sebentar bunting?

JAMILA 1 MUNCUL DARI ARAH BELAKANG BU DARNO. TATI MENOLEH DAN
BERLARI KE ARAH JAMILA 1 MUNCUL.

BU DARNO MEMBENTAK TATI.

BU DARNO
Mau kemana Tati?

TATI MENGEHENTIKAN LANGKAHNYA. SAAT IA MENOLEH KE ARAH JAMILA
1, BU DARNO BARU SADAR AKAN KEHADIRAN JAMILA 1.
DIA LANGSUNG SEWOT.

BU DARNO
Ooo, si ratu datang rupanya. Kalian tahu apa masalah teman kalian ini ? Sombong. Merasa laku. Merasa memberi banyak pemasukan – dia lantas mau menekan ……

JAMILA 1, MELANGKAH TENANG KEARAH KAWAN-KAWANNYA.

BU DARNO
Mau kemana kamu?

JAMILA 1
Saya mau pamit sama kawan-kawan Bu.

BU DARNO
Kalian lihat itu ? Kamu tidak akan menemukan germo sebaik saya Jamila. Dimanapun.

JAMILA 1
Saya tidak ingin cari germo Bu Darno. Saya hanya mau pergi.

BU DARNO
Pergi kemana ? Memulai kehidupan yang bersih? Takdirmu pelacur Jamila dan akan selalu begitu.

JAMILA 1 MENDADAK BERUBAH. IA MENGHADAPI BU DARNO, BICARA DENGAN SUARA MARAH SEKALIGUS BERWIBAWA

JAMILA 1
Tidak Bu Darno. Aku tidak pernah ingin jadi pelacur dan tidak ditakdirkan menjadi pelacur.
Ibulah yang membuat saya jadi pelacur. Ibulah yang menipu dan memeras saya, sama seperti
bagaimana Ibu memeras mereka-mereka ini.

BU DARNO
Bangsat !!

BU DARNO MERNGAYUNKAN TANGANNYA HENDAK MEMUKUL
JAMILA 1, TAPI JAMILA 1, DIDUKUNG KAWAN-KAWANNYA, JUSTERU
BERRAMAI-RAMAI MENYERANG Bu Darno.

JAMILA 1
Mundur !! Jangan Ibu berani-berani menyentuh saya !!

BU DARNO TERBELALAK, SURUT.

BU DARNO
Ooooo ….. Setelah kamu makmur. Makmur karena kebaikan hati saya ….. Kamu melawan sekarang. Mau jadi apa kamu sekarang hah ? Jadi Dosen? Jadi guru ngaji? Kacang lupa kulit.

JAMILA 1 MENGELUARKAN BERTUMPUK-TUMPUK UANG DARI TAS TANGANNYA. IA MELANGKAH KEHADAPAN BU DARNO, LALU MENYERAHKAN TUMPUKAN UANG ITU PADA BU DARNO.

JAMILA 1
Ini Bu. Untuk membayar kebaikan hati Ibu.

BU DARNO MENERIMA UANG ITU. MATANYA TERBELALAK INGIN
MENGATAKAN SESUATAU, TAPI JAMILA 1 SUDAH MEMBALIK TUBUHNYA,
DIIKUTI PARA PELACUR LAINNYA.

JAMILA 1
Saya masih akan melacur Bu Darno. Tapi saya akan jadi pelacur sesuai keinginan saya.

JAMILA – 1 KELUAR, PARA PELACUR LAINNYA MENGGAMBARKAN APA
MAKNA UCAPAN TERAKHIR JAMILA 1. MENGGAMBARKAN SOLIDARITAS.
MENGGAMBARKAN MEREKA AKAN BERSAMA-SAMA MENGHADAPI ULAH
PARA MUCIKARI YANG SELALU MENEKAN. (DIGAMBARKAN DENGAN
KOREOGRAFI)

PARA PELACUR (KOOR)
Kami masih akan melacur Bu Tapi kami akan melacur sesuai keinginan kami.
Kami masih akan melacur Bu Tapi kami akan melacur sesuai keinginan kami.

E M P A T .

CAHAYA DI ARENA DISSOLVE DENGAN CAHAYA Di SEL JAMILA 2.
JAMILA SEDANG TENGKURAP DI ATAS BALENYA, KETIKA BU
DARNO MASUK, DIIRINGI POLISI PENJARA. BU RIA BERDIRI TIDAK
JAUH DARI MEREKA. SAMBIL TERUS MENGEPULKAN ASAP ROKOK DARI
MULUTNYA.

BU DARNO MENYENTUH HALUS PUNDAK JAMILA 2. SAMBIL
MENYAPANYA HALUS.

BU DARNO
Mila …..

SUARA BU DARNO SEPERTI SUARA SETAN YANG MELEKAT
DIBENAK JAMILA 2, MEMBUAT JAMILA TERKEJUT, BANGKIT CEPAT,
MENATAP BU RIA DAN POLISI PENJARA DENGAN MARAH.

JAMILA 2
Siapa yang memberi ijin perempuan ini masuk kemari ?

BU DARNO
Jamila ……

BU DARNO BERUSAHA MEMBUJUK SEMENTARA BU RIA DAN PARA POLISI
PENJARA TERDIAM.

JAMILA 2
Siapa ? (BERTERIAK HAMPIR MERADANG)

BU RIA MENDEKATI JAMILA, MEMELUK PUNDAKNYA TAPI JAMILA
2 MENPISNYA KASAR. BU RIA SURUT. JAMILA 2 AKHIRNYA
TERDUDUK DI TEPI BALENYA MARAH.

JAMILA 2
Untuk apa Ibu bersusah-susah kemari? Untuk membelaku ? Untuk memberikan kesaksian,
bahwa aku sesungguhnya seorang pelacur berhati lembut dan mustahil melakukan pembunuhan keji?

BU DARNO
Jamila …..

JAMILA 2
Jawab! (TERIAK) Atau Ibu ingin menyampaikan rasa bersalah telah
menghina anak-anak dalam rahimku dulu ?

JAMILA 2 BANGKI DAN BERDIRI DI HADAPAN BU DARNO, MERABA
PERUTNYA SEPERTI MERABA SEBUAH LUKA YANG MASIH MENGAGA. IA
TIBA-TIBA SUJUD DIHADAPN BU DARNO, BICARA MELANTUR.

JAMILA 2
Jabang-jabang bayi tak berdosa itu tidak pernah lahir
Bu Darno. Aku begitu takut mereka kelak akan
bertemu orang–orang seperti Ibu, aku memutuskan
membunuhnya …… Catat Bu Ria, catat !! Laporkan segera ke Jaksa Penuntut, a – bor – si.
Supaya alasan menjatuhiku hukuman mati semakin lengkap ….. Ha ha ha ……

SELANJUTNYA KEKALAPAN JAMILA 2 TAMPAK CAMPUR ADUK DENGAN
KEMARAHAN, KEBENCIAN DAN LUKA YANG AMAT DALAM.

JAMILA 2
Sahwat lelaki boleh meluap membanjiri setiap ruang dan waktu Bu Darno ….
Oleh karena itu anak-anak gadisku kelak, sah untuk diperkosa. Sah dibelenggu dan kehilangan keriaan. Sah menjadi bulan-bulanan kemunafikan, Dituding sebagai perusak moral bangsa Sekaligus dijadikan obyek untuk memenuhi nafsu keserakahan orang-orang seperti ibu. Diperdagangkan, diludahi orang, dikejar-kejar, dan diundang-uandangkan ….. Ha ha ha ….

JAMILA BANGKIT, SAMBIL TERUS TERTAWA.

JAMILA 2
Bagaimana pendapat Ibu tentang RUU anti cabul itu Bu? Happy … Sebuah Undang-undang yang akan serta merta menggantikan kedudukan semua Kitab Suci, Sebuah Undang-undang yang akan membuat para Ulama dan rohaniawan menganggur ….. Dan anak-anak Bu Darno …. Mereka tak lagi peduli untuk beribadah … dan otomatis akan menjadi sasaran empuk perdagangan bejad Ibu …..

JAMILA 2 MENGHAMPIRI BU RIA MENGEJEKNYA, SINIS

JAMILA 2
Dan Penjara …. Penjara akan penuh sesak Bu Ria ….. Dan Bu Ria akan kewalahan mengejek dan melecehkan mereka satu demi satu ……

DENGAN PERASAAN SANGAT MARAH JAMILA 2, MELANGKAH, MENJAUH…….. HENING BEBERAPA SAAT

JAMILA 2
Keluar Bu Darno !!

BU DARNO
Jamila ….

JAMILA 2
Keluar !! (BERTERIAK)

JAMILA 2 MENDORONG BU DARNO HINGGA MEMBENTUR BU RIA.
BU RIA MEMBERIKAN ABA-ABA PADA DUA PETUGAS YANG ADA DISANA.
DUA PETUGAS ITU MENGGIRING BU DARNO MENINGGALKAN SEL JAMILA 2.
MASIH DALAM KEADAAN MARAH, JAMILA 2 KEMBALI KE BALENYA, DUDUK.
BU RIA MENGHAMPIRI JAMILA 2, DUDUK DISAMPING JAMILA 2 HENDAK
MENGATAKAN SESUATU, TAPI UCAPAN JAMILA 2 YANG KETUS
MEMBUATNYA TERDIAM.

JAMILA 2
Pergilah Bu Ria. Terimakasih telah membawa perempuan itu kemari untuk mematangkan kemarahan ku ….. Pergilah ……

BU RIA AKHIRNYA BANGKIT DAN MENINGGALKAN MENINGGALKAN SEL.
SALAWAT SOLO ITU KEMBALI MENGUMANDANG.
JAMILA TAMPAK SANGAT SEDIH. KERUDUNG PUTIHNYA DILEKATKAN
DIDADANYA, LALU MEREBAHKAN DIRINYA DI BALE. DIA TAMPAK RESAH
DENGAN BEBERAPA MEMUTAR TUBUHNYA, TENGKURAP, TELENTANG,
BERUSAHA TIDUR …..
HAYA BEBERAPA SAAT KEMUDIAN, JAMILA 2 SUDAH TERBANGUN, KAGET.
SEPERTI DISERBU MIMPI BURUK.

JAMILA 2
Apa ini …..

JAMILA 2 SEPERTI MERASA DIKELILINGI PARA HIDUNG BELANG DAN
MUCIKARI YANG PERNAH DIKENALNYA.

JAMILA 2
Apa ini …. Para mucikari …. Para hidung belang ….. Belum puas juga kalian menghisap darah dan kehidupanku? Belum puas kalian melihatku kini digiring ke tiang gantungan?

Tinggalkan aku !! Kalian menyeriangai menyaksikan Dunia menghakimi
kami, meludahi kami, mengejar-ngejar kami. Tetapi kalian tidak bisa menipu Tuhan.
Dia tahu pelacuran takkan ada tanpa orang-orang bejat seperti kalian ……

Aku tahu aku akan segera mati dan tahu aku akan masuk neraka. Tapi aku tahu pasti,
aku tidak akan berada di neraka yang sama dengan kalian ….

JAMILA SUJUD DILANTAI DIUJUNG BALENYA. IA MENATAP KEDEPAN,
SEOLAH SERIBU BU DARNO SEDANG BERDIRI DISANA. IA LALU
TERJUNGKAL DAN JATUH KELANTAI, BERGERAK SEPERTI SEDANG
DIANIAYA.

JAMILA – 2
Tidak. Tidak.Jangan ! Jangan !! Tolong … Tolong ….

BU RIA BERLARI MEMASUKI SEL JAMILA 2.

BU RIA
Jamila, Mila …. Kenapa kamu Mila ?

BU RIA BERUSAHA MEMBANTU JAMILA 2 UNTUK BANGKIT TAPI JAMILA 2
MENEPISNYA. IA BANGKIT, MELANGKAH KESANA KEMARI, TAMPAK
BINGUNG LUAR BIASA. IA AKHIRNYA TERDUDUK DI UJUNG BALENYA
MEMBELAKANGI BU RIA.

BU RIA
Kamu kenapa Mila ?

Jamila 2 akhirnya membuka mulutnya. IA BICARA DENGAN SIKAP DAN SUARA
YANG TRAUMATIS DAN MARAH.

JAMILA 2 Bu Ria percaya aku tidak pernah bercita-cita
menjadi pelacur?

BU RIA
Ya! Saya percaya Mila. Saya percaya

DI HAMPIRI BU RIA, JAMILA 2 MEMUTAR DUDUKNYA, MENGHINDAR.

JAMILA 2 Besok pagi Kejaksaan akan menjatuhiku hukuman
mati.

KINI GILIRAN BU RIA YANG GUSAR. IA BERUSAHA MELURUSKAN
JALAN PIKIRAN JAMILA 2

BU RIA
Itu belum tentu Mila. Kamu jangan pesimis.

JAMILA 2
Aku membunuh suami dan anak tunggal Bu Wardiman, Bu Ria.

BU RIA
Tidak.

BU RIA MENYANGGAH DENGAN CEPAT PERNYATAN JAMILA 2.

JAMILA 2
Berhenti dari Bu Darno, aku terlempar ke lokalisasi di tengah hutan Kalimantan, dan disana aku kembali membunuh.

BU RIA
Tidak Mila!

JAMILA BERTERIAK MEYAKINKAN BU RIA.

JAMILA
Aku membunuhnya Bu Ria. Aku membunuh Bu Diah, tidak dalam upaya bela diri Bu,
tapi dengan perencanaan.

BU RIA
Baik. Tapi itu tidak pernah terjadi Jamila. Pengadilan tidak boleh tahu itu pernah terjadi

BU RIA KEMBALI MENYANGGAH PERNYATAN JAMILA 2.
SUARA KERAS, GERAM. JAMILA 2 NAIK KE ATAS BALENYA, DUDUK SAMBIL
MEMELUK LUTUTNYA.

JAMILA 2
Terimakasih kamu akhirnya mau jadi sahabatku. Tapi aku harus mati Bu Ria.
Itu satu-satunya cara yang dapat menghentikanku.

BU RIA
Sini Jamila …

BU RIA MENARIK JAMILA 2 HENDAK MEMELUKNYA. DIDALAM PELUKAN BU
RIA, JAMILA MENOLAK TERUS MENGELUH.

JAMILA 2
Aku tidak mapu menutup ingatanku dari penghinaan dan ejekan-ejekan mereka Bu Ria.

Dia menjadi kebencian yang terus menumpuk. Yang sewaktu-waktu dapat meledak,
dan aku akan kembali membunuh. Aku akan kembali membunuh … Aku akan kembali membunuh …..

L I M A (a)

CAHAYA DI SEL JAMILA 2 DISSOLVE DENGAN CAHAYA KE ARENA.
JAMILA 1 MENGENDAP-ENDAP MEMASUKI ARENA, KETAKUTAN, SAMBIL
MENGGENGGAM SEBILAH PISAU, BERDARAH. IA BERHENTI DI PUSAT
ARENA, DAN BERSIMPUH DISANA. IA MELEMPAR PISAU DITANGANNYA DI
LANTAI DENGAN PERASAAN JIJIK, SEKALIGUS TAKUT.

JAMILA 1
Ya Allah, apa ini ? Aku kembali melakukan kehilafan itu. Aku kembali membunuh ….. Aku kembali membunuh ya Allah ….. Ampuni aku …… Ibu, ampuni aku Bu …..

TERDENGAR DERAP SEPATU PETUGAS. JAMILA 1 TAMPAK PANIK.

KEPALA PETUGAS (OS)
Periksa semua semua tempat. Semua!!

PARA PETUGAS (OS)
Siap!!

KEPALA PETUGAS (OS)
Keluarkan semua Pelacur dari kamar masing-masing.

PARA PETUGAS (OS)
Siap!!

KEPALA PETUGAS (OS)
Kumpulkan semuanya di Pendopo Utama! Laksanakan !!

PARA PETUGAS (OS)
Siap, laksanakan!!

JAMILA 1 MENINGGALKAN ARENA SEMBUNYI-SEMBUNYI.
DI PENDOPO SEBUAH BORDIL, DI TENGAH HUTAN PERTAMBANGAN BATU
BARA.

TIDAK ADA MUSIK, SELAIN SUNYI. ARENA PENTAS SURAM. PENGHUNI
BORDIL (PARA PELACUR, PETUGAS KEAMANAN DAN LAIN-LAIN)
BERMUNCULAN DARI BERBAGAI ARAH. KEPALA PETUGAS MASUK AGAK
BELAKANGAN. IA MENGAMBIL POSISI DIMANA DIA DAPAT MENATAP SEMUA.

KEPALA PETUGAS
Malam ini seseorang telah membunuh Bu Diah, dengan cara sangat biadab. Sebagai alat Negara, saya bersumpah, saya akan memberi ganjaran yang setimpal pada pembunuh biadab itu.

Pertengkaran Jamila dangan Almarhumah sore tadi tentu tidak dapat dijadikan bukti bahwa Jamila adalah pelaku pembunuhan itu. Tetapi karena malam ini dia mendadak hilang, dia diduga keras terlibat.

PARA GADIS YANG ADA DISANA MENATAP KEPALA PETUGAS DENGAN SIKAP
KEBERATAN DAN PROTES.

KEPALA PETUGAS
Sekarang, demi keadilan – demi jasa-jasa beliau pada kita semua – kita harus bersama-sama mencari Jamila, juga Melani yang sejak 4 hari lalu menghilang.

KEPALA PETUGAS BERGERAK MENGAMATI SATU DEMI SATU PELACUR-
PELACUR YANG ADA DISANA DENGAN SUARA SETENGAH MENGANCAM.

KEPALA PETUGAS
Ada di antara kalian yang melihat Jamila, sebelum dia menghilang?

HENING. DIWAJAH GADIS – GADIS YANG ADA DISANA, TERPANCAR RASA
CEMAS, BINGUNG DAN TIDAK SUKA. SEMUA PERASAAN ITU KEMUDIAN
BERUBAH CEPAT, KETIKA JAMILA 1 MUNCUL DARI ARAH DEPAN SAMBIL
BERBICARA LANTANG, TENANG.

JAMILA 1
Aku tidak menghilang. Aku ada disini. Aku betul telah membunuh bu Diah, dan sekarang
siap untuk ditangkap

KEPALA PETUGAS
Petugas!

PARA PETUGAS
Siap Pak!

JAMILA 1
Tapi sebelum aku ditangkap, aku ingin anda menjawab pertanyaanku.

BEBERAPA PETUGAS MENANGKAP JAMILA 1. JAMILA 1 TIDAK BERUSAHA
MERONTA TAPI TERUS BICARA

JAMILA 1
Bagaimana dengan Dinda?

KEPALA PETUGAS
Petugas!! (LEBIH KERAS)

DUA PETUGAS BERUSAHA MEMEGANGI JAMILA 1, TAPI JAMILA 1 MERONTA
SAMBIL TERUS MENGOCEH.

JAMILA 1
Dinda menghilang 2 minggu lalu. Dan kalian sebagai petugas tidak pernah
mempersoalkan apalagi menacarinya. Kenapa? Kenapa ? (BERTERIAK)

KEMARAHAN MEMBUAT JAMILA SEPERTI MEMILIKI KEKATAN YANG LUAR
BIASA, HANYA DENGAN SATU KALI GERAKAN IA BERHASIL MERONTA DAN
MENDORONG PARA PETUGAS HINGGA TERLEMPAR. JAMILA KINI BERADA
DI PUSAT ARENA, MENATAP LURUS KEPALA PETUGAS.

JAMILA 1
Kenapa Dinda tidak dicari ?

JAMILA 1 MELEMPAR BAJU DINDA YANG BERLUMURAN DARAH KEHADAPAN
KEPALA PETUGAS.

JAMILA 1
Apa karena ini ?

PARA PETUGAS SURUT, KETAKUTAN DAN SALAH TINGKAH. PARA PELACUR
TERPANA. MEREKA TAHU BETUL BAJU ITU BAJU DINDA. JAMILA 1
MENYERET SALAH SATU DARI GADIS-GADIS ITU MENDEKAT KE BAJU
DINDA.

JAMILA 1
Baju siapa ini Mbak?

GADIS ITU MENJERIT-JERIT, PANIK. JAMILA MENGGUNCANG-GUNCANG
TUBUHNYA, MARAH.

JAMILA 1
Baju siapa Mbak? Baju ini baju Dinda Mbak. Berlumuran darah ….

SEMUA GADIS YANG ADA DISANA MENJADI PANIK DAN MARAH. MEREKA
MENJERIT-JERIT, MENUDING PARA PETUGAS SEBAGAI PEMBUNUH.

PARA PELACUR
Pembunuh !! pembunuh !! Pembunuh!!

PARA PETUGAS
Tenang! Tenang!

SEBUAH TEMBAKAN PERIN GATAN DILEPAS. PARA PELACUR BERLARIAN MENINGGALKAN PARA PETUGAS SAMBIL TERUS BERTERIAK-TERIAK.

PARA PELACUR
Pembunuh !! pembunuh !! Pembunuh!!

PARA PETUGAS MENGEJAR. BEBERAPA SAAT HENING. MUSIK TRANSISI

L I M A – b .

DI TENGAH HUTAN – MALAM – TIGA ORANG PETUGAS, DENGAN SENTER DI TANGAN, TAMPAK MENGENDAP-ENDAP MENCARI JAMILA 1. SUARA GAGAK – KERAS

PETUGAS 1
Menyerah Jamila !

PETUGAS 2
Pelacur sialan. Hei!

PETUGAS 3
Kamu tidak akan disakiti Mila. Saya jamin!

PETUGAS 2
Perempuan Jalang. Berhenti nggak kamu!! Kalau tidak saya akan tembak dan kamu
akan mampus.

SUARA GAGAK – KERAS

PETUGAS 1
Kamu tidak akan berhasil Mila. Kenapa melarikan diri ?

PETUGAS 2
Jawab, pelacur berhati setan !!

JAMILA 1
Karena aku tahu kalian tidak akan membawaku ke kantor polisi.

PETUGAS 2
Bangsat!! Kamu dukun?

JAMILA 1
Membawaku ke penjara akan membongkar kebobrokan Bu Diah dan membongkar kebobrokan Bu Diah adalah membongkar kebobrokan kalian.

PETUGAS 2
Lancang!!

SUARA GAGAK – KERAS

PETUGAS 3
Tetapi kenapa ke sini?

JAMILA 2 MENDADAK MUNCUL DI HADAPAN PARA PETUGAS, MEMBUAT MEREKA BEBERAPA SAAT TERPERANGAH DAN PUCAT.

JAMILA 1
Karena kalau kalian akan membunuhku juga. Aku ingin kalian melakukan itu di tempat dimana kalian menghabisi Dinda.

PARA PETUGAS MENYERET JAMILA 1, MENDORONGNYA KASAR, HINGGA
TERSUNGKUR DI PUSAT ARENA.

PETUGAS 2
Kamu cabut ucapanmu itu! Kalau tidak saya tempeleng kamu.

PETUGAS 1
Kamu jangan bicara sembarangan. Itu fitnah!

SAMBIL BERUSAHA BANGKIT JAMILA MENJAWAB CEPAT.

JAMILA 1
Tidak. Itu bukan fitnah. Tuti berdiri di balik pohon-pohon itu – kaku dan ketakutan – menonton 3 petugas memperkosa Dinda, lalu menghabisi nyawanya dengan enteng.

PARA PETUGAS TAMPAK TERPERANGAH DAN SURUT. MEREKA MULAI
KEHILANGAN WIBAWANYA DAN JAMILA 1 MULAI MENGAMBIL ALIH
PANGGUNG, MENGEJAR PETUGAS 2 YANG TAMPAK PALING KEBINGUNGAN.

JAMILA 1
Setiap malam gadis-gadis di Pondok Sari itu dipaksa membeli sabu-sabu, dan menghisapnya sampai tuntas

JAMILA 2 MENGEJEK PETUGAS 2 DENGAN MENIRUKAN SUARA BU DIAH.

JAMILA 2
Supaya kalian bisa goyang sampai pagi. Supaya kalian bisa melahap sepuluh laki-laki
dalam satu malam. Supaya kalian cepat kaya, lalu keluar dari hutan sialan ini dengan sekoper uang. (JAMILA 1 TERUS MENGOCEH HINGGA TURUN KE ARENA PENONTON )
Dinda lebih cerdas dari yang lain. Dia tidak menghisap sabu-sabu yang wajib
dihisapnya, Dia menolak hadiah paket gratis. Takut kecerdasan Dinda menular ke yang lain,
dia lalu dibunuh dibunuh dengan keji.

JAMILA SEMAKIN BEBAS, MELIHAT PARA PETUGAS ITU SEMAKIN TAK
BERKUTIK.

JAMILA
Perempuan penipu itu menyebutku ‘berbahaya’, karena aku tahu banyak. Tergiur kecantikanku dia melanggar semua aturan yang dia buat.

Berusia 13 tahun supaya mudah dibodoh-bodohi. Ha ha ha, aku berusia 22 tahun dan
aku tidak murni seorang PSK. Aku pekerja seks peneliti. Dan dia memberiku semua kemudahan yang kubutuhkan sebagai peneliti. Ha ha ha …

PETUGAS 2 TIDAK TAHAN. IA KEMBALI MENGHAMPIRI JAMILA 1, MENYERET
JAMILA 1 KE PUSAT ARENA.

PETUGAS 2
Kamu pelacur, bukan peneliti !!

JAMILA 1
Ya. Aku memang pelacur. Aku pelacur, sama seperti semua gadis ingusan
di Pondok Sari itu. Bedanya, kalian bisa menipu mereka, tapi aku tidak.

JAMILA 1 LONCAT KE ATAS BALE. DARI ATAS BALE ITU DENGAN FRUSTASI,
TERTAWA TERBAHAK-BAHK, IA MENGEJEK PARA PETUGAS DENGAN
MELEMPAR DAN BERMAIN-MAIN DENGAN PULUHAN PAKET SABU-SABU
YANG DIGENGGAMNYA KE PARA PETUGAS ITU.

PETUGAS 2
Hentikan Jamila !! Jamila! Jamila !! Kalau tidak, kamu akan menyesal. Ja – mi – la!! (MERADANG)

JAMILA TERKESIMA DAN TERDUDUK BERSIMPUH DI BALE. IA TAMPAK
SEPERTI MENGUMPULKAN KEKUATAN, MENATAP TAJAM PADA PETUGAS 2.

JAMILA 1
Terimakasih anda akhirnya memanggilku Jamila. Itu nama dari Ayah Ibuku.
Diberikan kepadaku dengan doa-doa dan salawat nabi, meminta pada Allah agar kelak aku
menjadi anak yang salehah. Dan aku berdiri disini sebagai pelacur sekaligus
pembunuh dikelilingi para petugas yang juga pembunuh. Ha ha ha ….

GERAM PETUGAS 2 MENDEKATI JAMILA 1, TAPI DENGAN KERAS
JAMILA 1 MEMBENTAKNYA.

JAMILA 1
Mundur !!

PETUGAS 2 DAN DUA PETUGAS LAINNYA SEPERTI MENDADAK TAK
BERDAYA MELAWAN JAMILA 1.

JAMILA 1
Polisi pecundang!! Hanya pecundang yang mampu membunuh Perempuan- lemah seperti Dinda.

Aku sudah terlanjur mengirim Melani ke Ibu Kota menyampaikan laporanku.
Sekarang, kalian menyerahkanku ke Kejaksaan – atau membunuhku sebagaimana kalian
menghabisi Dinda, bagiku sama saja …..

Tapi kalau kalian ingin menunjukkan – sekali ini saja kalian bisa bertanggung jawab –
tangkap aku sekarang. Sebab kalau tidak – Aku akan kembali membunuh –

JAMILA MENGULANG-ULANG KALIMATNYA DENGAN FRUSTRASI YANG
SEMAKIN MEMUNCAK, SUARA SEMAKIN SERAK.

JAMILA – 1
Aku akan kembali membunuh – Aku akan kembali membunuh –

MUSIK TRANSISI DIIKUTI BUNYI SIRENE YANG TERDENGAR MERAUNG-
RAUNG DI KEJAUHAN.

E N A M .

DI SEL JAMILA 2 BU RIA MASUK GUSAR SAMBIL MEMBAWA SEBUAH KORAN. IA MENHAMPIRI JAMILA 2 YANG SEDANG MERINGKUK DAN MEMBUATNYA SEMAKIN GUSAR. IA AKHIRNYA DUDUK DI TEPI BALE JAMILA 2, DAN MEMBACA KORAN DI TANGANNYA.

BU RIA
Eksekusi mati atas Jamila, pembunuh Menteri Nurdin, dilakukan besok. Sesuai permintaan Jamila, sebelum dieksekusi, Bapak Presiden dan Kiyai sohor Jalaludin akan menemui Jamila.

BU RIA MENATAP JAMILA 2 DENGAN TATAPAN TIDAK HABIS PIKIR.

BU RIA
Kenapa kamu Mila? Saya kagum sama kamu. Jutaan orang di luar sana bangga sama kamu.
Kamu meberikan pelajaran buat para pejabat itu. Kamu buat mereka shok. Itu luar biasa Mila ……
JAMILA 2, TETAP MEMBISU, DINGIN DAN TEGAR, MEMBUAT BU RIA MENJADI FRUSTASI.

BU RIA
Kenapa kamu menolak mengajukan grasi pada Presiden?
Kenapa kamu malah memintanya datang kemari ?

BU RIA KEMBALI KE SAMPING
Jamila 2, menyapanya dengan nada yang dilunakkan dan lebih membujuk.

BU RIA
Saya mengerti kamu membutuhkan seorang Ulama. Tapi Presiden ?

JAMILA 2 BANGKIT, MENJAUH, BICARA TEGAS DAN DIEJA.

JAMILA 2
Dia yang paling bertanggungjawab atas apa yang menimpa diriku Bu Ria.

TERKEJUT, BU RIA MENGEJAR JAMILA 2.

BU RIA
Apa maksud kamu Jamila ? Jamila, apa maksud kamu? Kamu tidak bisa bicara sembarangan seperti itu terutama sekarang ini Mila. Seluruh negri ini akan semakin membenci kamu ….

JAMILA 2 TIDAK MENANGGAPI.
LONCENG BERDENTANG. TERIAKAN PARA PENDEMO TERDENGAR

MASSA (OS)
Bunuh Jamila !! Sundal. Perempuan dajal !! Dst ….

DUA ORANG POLISI PENJARA MASUK, MELAPOR.

POLISI PENJARA 1
Ada ratusan orang melakukan demo. Beberapa kelompok mendesak ingin menemui Jamila.

BU RIA MUNDAR MANDIR GUSAR, SEMENTARA SUARA DEMO MASIH TERUS TERDENGAR.

BU RIA
Kamu bisa menolaknya kalau kamu tidak mau. Tapi untuk meredam kemarahan di luar.
kamu sebaiknya menerima.

JAMILA 2 KEMBALI KE BALENYA, BICARA DINGIN.

JAMILA 2
Meredam kemarahan diluar …. Apa urusan saya dengan kemarahan diluar.

BU RIA MENDEKATI PETUGAS

BU RIA
Lakukan penyaringan !!

POLISI PENJARA 1
Baik Bu.

POLISI PENJARA KELUAR.

JAMILA 2
Aku sudah mengalami hampir semua hal dalam hidupku Bu Ria. Aku tidak selalu menangis. Bersama kawan-kawanku, aku kadang bisa tertawa lebar menertawakan pahit
getir kehidupan kami. Satu-satunya hal yang tidak pernah kualami adalah dicintai …. , mencintai ….. Bagaimana rasanya tidur dengan laki-laki, dicumbu, mencumbu …. karena saling mencintai.

BU RIA TIDAK TAHAN. IA MENARIK JAMILA 2 KEDALAM PELUKANNYA,
MEMELUKNYA ERAT. BELUM PUAS DENGAN PENJELASAN JAMILA 2, TENTANG PRESIDEN, BU RIA KEMBALI BERTANYA.

BU RIA
Tentang presiden tadi …..

TIDAK SUKA DENGAN PERTANYAAN BU RIA, JAMILA 2 LANGSUNG MENARIK
TUBUHNYA DARI PELUKAN BU RIA. IA BANGKIT CEPAT DAN MENJAUH.

BU RIA
Apa maksudmu “Dia bertanggung jawab”?

JAMILA 2
Boleh nggak untuk yang satu itu, aku menolak untuk menjawabnya?

RIA TAMPAK MASIH TIDAK PUAS. TAPI DIA TAK PUNYA PILIHAN. TERIAKAN
TERIAKAN DILUAR KEMBALI TERDENGAR DAN SEMAKIN TIDAK SABAR.

M A S S A (OS)
Bunuh Jamila! Bunuh! Bunuh Jamila! Bunuh!

JAMILA 2 MENOLEH KEARAH SUARA ITU, DENGAN TATAPAN KOSONG.
POLISI PENJARA 1 MEMBAWA MASUK TAMU PERTAMA JAMILA 2, JAELANI.
SEORANG LAKI-LAKI BERPAKAIAN PEREMPUAN, KEBANCI-BANCIAN.
BU RIA MENINGGALKAN SEL. BEGITU BERHADAPAN DENGAN JAMILA, ZAELANI MENJULURKAN KEDUA TANGANNYA DENGAN MATA BERSINAR.

ZAELANI
Ya Allah Jamila – Jamila – – –

JAMILA BANGKIT, DAN KEDUANYA BERPELUKAN ERAT.

ZAELANI
Aku akan membelamu Jamila. Dengan cara apapun.

JAMILA MENARIK TUBUHNYA DARI PELUKAN ZAELANI MENARIK ZAELANI
DUDUK DI BANGKU.

ZAELANI
Aku akan membeberkan semuanya Jamila. Semua yang kamu alami dulu.

JAMILA
Apa kabar Ibu Wardiman – Zaelani?

ZAELANI
Sudah mampus. Kualat dia sama koe Jamila.

JAMILA
Sakit apa ?

ma dia soal koe Mila. Ndak brani ZAELANI
Ya sakit k u a l a t.
Benci aku saceraiin bojone, koe sing diunyeng-unyeng.
Wong suaminya Bu Wardiman itu bandit kok.
Aku aja dimek-mek, apalagi koe,
sing kemilau kayak gini.

ZAELANI MENCUBIT PIPI JAMILA. MEREKA TERTAWA LEPAS. ZAELANI
KEMUDIAN BERDIRI, DAN MENIRUKAN SECARA BERLEBIHAN KELAKUAN BU
WARDIMAN MAJIKANNYA DULU.

ZAELANI
Ngajinya itu membuat telingaku serasa terbakar. Aku merasa bersekongkol dengan setan menghina almarhumah Ibumu Jamila. Cuah !! Koyo sing peduli. Keluarga terhormat. Moralis munafik itu. Sama karo sing demo-demo di luar sana itu. Pemuda moralis, ning sangar kabeh. Pembela Undang-undang, Pembela Agama ….. Wong Gusti Allah kirim Agama untuk membela manusia ….. ( KE PENONTON) Jamila ….. Koe ki korban Agama digawe politik-politikan Jamila ….. (KE PENONTON) Nyuruh orang insaf kok gowo parang, gowo hujatan ….. Ya ndak mempan ….. Goblok !!

JAELANI KEMBALI KE SISI JAMILA, SUJUD, DAN BICARA LEMBUT

ZAELANI
Jamila, kowe masih ngaji apo ora ?

JAMILA MENGHINDAR MURUNG. JAELANI KEMBALI DUDUK DI SAMPING
JAMILA.

ZAELANI
Maafin aku Mila. Aku ki pancen lancang. Gemes aku ….

JAMILA – 2 YANG NYARIS TAK BERREAKSI TAK MEMBUAT JAELANI PUTUS
ASA. IA BANGKIT MEMIJIT MIJIT PUNDAK JAMILA, DAN TERUS MEMBUJUK.

ZAELANI
Sekarang, sebut apa karebmu. Apa sing aku bisa bantu. Jadi saksi ? Jadi penuntut? Aku tuntut kabeh Mila !

JAMILA BANGKIT DARI DUDUKNYA, MENJAUH DAN BICARA LIRIH.

JAMILA 2
Kamu yang terbaik dalam hidupku Zaelani. Kedatanganmu membuat perasaanku lega. Sekarang, pergilah . . .

JAMILA MENGULURKAN TANGANNYA – HENDAK MEMELUK ZAELANI.
ZAELANI MUNDUR PROTES. IA DUDUK DI BANGKU.

ZAELANI
Eh, nanti dulu.

JAMILA 2 MENGEJAR DAN MEMBUJUKNYA

JAMILA 2
Jaelani …..

JAELANI
Moh ….

JAMILA 2 TERUS MEMBUJUK

JAMILA 2
Pergilah Jaelani ….

JAELANI MARAH DAN MEMBENTAK JAMILA 2

JAMILA 2
Moh !! Wong koe belum cerita soal Presiden itu kok.

JAMILA MENJAUH SAMBIL MENOLEH KE POLISI PENJARA, MEMBERI ABA
ABA, AGAR MENANGANI JAELANI.

POLISI PENJARA MENUNTUN ZAELANI, TETAPI sebelumNYA IA LEBIH DULU
MENGHAMPIRI JAMILA 2, BICARA.

ZAELANI
Aku kagum karo koe Jamila. Kalau koe sukses ngrayu Presiden ….Wah Koe yang terbaik Jamila.

PETUGAS MENUNTUN ZAELANI MENINGGALKAN JAMILA 3. IA TIBA-TIBA
MENGHENTIKAN LANGKAHNYA.

ZAELANI
Nanti kalau koe di hukum mati, gusti Allah
pasti mbopong koe, langsung ke sorga.

PINTU BELAKANG TERBUKA, KETIKA ZAELANI KELUAR. SUARA-SUARA
DEMONSTRAN ITU KEMBALI TERDENGAR JELAS

M A S S A (OS)
Bunuh Jamila! Bunuh! Perempuan maksiat! Pelacur !

POLISI PENJARA MASUK.

POLISI PENJARA
Ada dua orang Ibu Pejabat.

BU RIA
Walaupun mereka isteri pejabat, kamu berhak menolak.

JAMILA 2 MENEGAKKAN DUDUKNYA, MENGANGKAT KEPALANYA,
SAMBIL NAFAS PANJANG.

JAMILA 2
Saya terima.

POLISI PENJARA KELUAR. KETIKA PINTU MEMBUKA, MEMPERSILAHKAN
PARA ISTRI PEJABAT ITU MASUK, TERIAKAN DILUAR TERDENGAR KERAS

M A S S A (OS)
Perempuan maksiat! Pelacur !Da’jal !! Bunuh Jamila!

DUA ISTRI PEJABAT MASUK LANGSUNG MENYERBU JAMILA 2 DENGAN
UMPATAN-UMPATAN.

ISTERI PEJABAT 1
Ini ya, perempuan da’jal yang dengan lancang meminta bertemu Presiden itu?

BU RIA DAN POLISI PENJARA LANGSUNG BERREAKSI MENDENGAR SUARA ISTERI PEJABAT YANG MEMEKIK-MEKIK.

BU RIA
Mohon maaf Bu. Mohon jangan terlalu keras.

ISTERI PEJABAT 1 MENOLEH KE BU RIA, SINIS DAN TIDAK MENGGUBRIS. IA
TERUS MENYERANG JAMILA 2

ISTERI PEJABAT 1
Lancang!! Dasar Pelacur – Kamu membunuh seorang Mentri, perempuan sundal,
dan sekarang terang-terangan meminta Presiden datang kemari? Mau kamu apa hah ?

BU RIA
Petugas!!

ISTRI PEJABAT 1 TERSINGGUNG ATAS PERINTAH RIA.

ISTERI PEJABAT 1
Hei. Dengar ya. Saya ini isteri seorang pejabat penting.

BU RIA
Saya tahu Bu. Saya hanya meminta agar Ibu tidak berteriak-teriak.

RIA BICARA SAMBIL MENDORONG ISTRI PEJABAT 1.

ISTRI PEJABAT 1
Baru jadi Sipir, sudah sok kuasa Aku diisini atas nama semua istri pejabat di Negri ini.
Ngerti nggak ?

ISTRI PEJABAT 1 SURUT SAMBIL MENGGERUTU

ISTRI PEJABAT 1
Sombong …

ISTRI PEJABAT 2 LANGSUNG MENGAMBIL ALIH. IA MENDEKATI JAMILA DAN
MULAI MENYERANG 9

ISTERI PEJABAT 2
Cantik kamu ya. Sayang berhati setan. Hei! Angkat muka kamu, pembunuh.

RIA MENDEKAT, KHAWATIR.

BU RIA
Jangan Mila !!

ISTRI PEJABAT 1 MENDORONG BU RIA, BEGITU JUGA ISTERI PEJABAT 2.

ISTRI PEJABAT 1 Minggir.

ISTERI PEJABAT 2 KEMBAI KE JAMILA 2. IA MENJAMBAK RAMBUT JAMILA 2,
MENARIK JAMILA 2 UNTUK BERDIRI.

ISTRI PEJABAT 2
Sudah melacur, membunuh, berani lagi minta presiden datang kemari.

ISTRI PEJABAT 1
Jangan mimpi. Ngerti nggak? Jangan mimpi!!

ISTRI PEJABAT 2
Sini kamu !!

ISTRI PEJABAT 2 MENYERET JAMILA 2 AGAK KETENGAH LALU MELUDAHI
MUKA JAMILA 2.

ISTRI PEJABAT 2
Itu tadi ludahku – atas nama kehormatan kaum perempuan di negeri ini.

JAMILA 2 YANG SEJAK AWAL BERUSAGHA KERAS MENAHAN DIRI, TANPA
DIDUGA, MULAI BUKA SUARA, TENANG DAN BERWIBAWA.

JAMILA
Aku perempuan negeri ini Bu.

ISTRI PEJABAT 1
Eh, Melawan lagi …..

JAMILA
Sama seperti seluruh pelacur di luar sana kami perempuan negeri ini.

ISTRI PEJABAT 2
Kamu bukan perempuan. Kamu sundal. Kamu da’jal. Kamu setan. Kamu pembunuh.

ISTRI PEJABAT 2 MENYERANG JAMILA, TAPI JAMILA DENGAN TANGKAS
MENANGKAP TANGANNYA.

ISTRI PEJABAT 2
Lepaskan tanganku !! Petugas !!

POLISI PENJARA MENDEKAT TAPI JAMILA MEMBENTAK

JAMILA
Minggir Pak. Ini urusan perempuan Negeri ini.

POLISI PENJARA SURUT, JAMILA MENDORONG ISTRI PEJABAT 2,
TERLEMPAR JAUH.

JAMILA
Dimana Suami Ibu?

ISTRI PEJABAT 2
Bangsat !!

JAMILA
Ibu tidak menjawab pertanyaanku. Dimana Suami Ibu.

ISTRI PEJABAT 2
Kamu akan dihukum mati sundal. Aku akan memastikan itu.

JAMILA 2 MENGHAMPIRI ISTERI PEJABAT 2, SELANJUTNYA BICARA, TAJAM.

JAMILA
Aku memang akan dihukum mati Bu, Pengadilan sudah memutuskan seperti itu.

ISTRI PEJABAT 2
Bagus !!

JAMILA 2
Sekarang, Ibu sebaiknya pulang. Pastikan apakah suami Ibu betul sedang bekerja –
bukan sedang bercengkerama di pelukan pelacur yang lain.

ISTRI PEJABAT 2
Bangsat! Dakjal !! Pembunuh !!

JAMILA
Keluar !!

ISTRI PEJABAT 1
Perempuan setan ! Perempuan sundal !!

JAMILA 2
Keluar !!

POLISI PENJARA SIBUK MENGENDALIKAN SUASANA YANG JADI PANIK –
BERUSAHA MENGGIRING ISTRI2 PEJABAT ITU KELUAR.

ISTRI PEJABAT 2
Bangsat kamu !! Dakjal !!

JAMILA 2
Keluar !!

ISTRI PEJABAT 1
Kamu akan mati perempuan kotor, kamu akan mati.

JAMILA 2
Keluar !!

BU RIA MENDEKATI JAMILA 2 MEMELUKNYA ERAT

M A S S A (OS)
Bunuh Jamila! Bunuh! Perempuan maksiat! Pelacur !

BUNYI SIRENE TERDENGAR DARI JAUH, TERUS MENDEKAT BU RIA BANGKIT. DIA TAMPAK PANIK. SEBELUM MENINGGALKAN SEL, IA
MENATAP JAMILA 2 DENGAN PRIHATIN, LALU BERGEGAS KE LUAR.
SEMENTARA ITU JAMILA 2 BERDIRI DI TENGAH SELNYA, MENDENGAR
DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH BUNYI SIRENE, TERIAKAN-TERIAKAN YANG
MASIH TERUS RIUH DILUAR, SAMPAI BENAR-BENAR MENGHILANG.

T U J U H .

PROSES MENUJU EKSEKUSI HARI INI ADALAH HARI DIMANA EKSEKUSI HUKUMAN MATI ATAS JAMILA AKAN DILAKUKAN. SUASANA HENING. TIDAK ADA LAGI DEMO ANTI JAMILA. TERDENGAR SOUND EFFECT YANG MENUNJJUKKAN SUASANA DUKA DAN TEGANG. DI SELNYA, DI ATAS BALENYA, JAMILA 2 – TAMPAK BERGUMUL DENGAN BATHINNYA, BERUSAHA IKHLAS MENERIMA KETIDAK ADILAN YANG DIALAMINYA SEPANJANG DALAM PERJALANAN HIDUP.

DI ARENA TERJADI KESIBUKAN DI PANGGUNG, PARA PETUGAS MENGANGKAT BALE, MELETAKKAN BALE KECIL, PERMADANI DAN SAJADAH.
DI SEL JAMILA 2 BU RIA MASUK BERSAMA DUA PETUGAS. DUA PETUGAS MEMBAWAKAN PERALATAN SHALAT.

BU RIA MEMBANTU JAMILA 2 MENGENAKAN PAKAIAN UNTUK SHALAT LALU
MENYERAHKAN AL QUR’AN. JAMILA 2 TAMPAK TENANG.

BU RIA DENGAN PRIHATIN DAN BERAT HATI MENINGGALKAN JAMILA 2.

SELURUH KEJADIAN DIATAS DIIKUTI SOLO
DAN KOOR SALAWAT.

ANGGUN – JAMILA 2 MELANGKAH MENINGGALKAN SELNYA. SALAWAT
BADAR TERDENGAR MENGIKUTI SETIAP LANGKAHNYA MENUJU SAJADAH
YANG SUDAH DISIAPKAN DI PUSAT PANGGUNG.

DI TENGAH, LANGKAH JAMILA 2 TERHENTI SEBENTAR MENDENGAR SUARA
SIRENE, MOBIL PRESIDEN, DIIKUTI DERAP SEPATU PARA PETUGAS.

DI LATAR BELAKANG, PARA PETUGAS TERLIHAT BERLARI DALAM BARISAN,
MELINTAS PANGGUNG. (SILUET)

BERDIRI DI ATAS SAJADAHNYA, JAMILA 2 BERUSAHA MEMUSATKAN
PIKIRANNYA UNTUK MELAKUKAN SHALAT. TAPI SETIAP KALI IA
MENGANGKAT KEDUA TANGANNYA UNTUK MENGUCAPKAN ALLAHU
AKBAR, TUBUHNYA SEPERTI TIDAK SANGGUP MENAHAN BEBAN MASA
LALUNYA. IA MERASA KOTOR. IA MERASA TIDAK LAYAK. TIDAK BERDAYA
MELAKUKAN SHALAT, DALAM PUTUS ASA IA MEMBIARKAN TUBUHNYA
TERDUDUK, SUJUD. IA MENJATUHKAN TUBUHNYA HINGGA KENING
TERLETAK DI ATAS AL’QURAN DI ATAS SAJADAHNYA.

JAMILA 2 MENANGIS, TERGUNCANG.

BU RIA TERKEJUT MELIHAT KEADAAN JAMILA 2 KETIKA DIA MASUK
MENGATAR BAPAK KIYAI. IA SETENGAH BERLARI MENDAHULI PAK KIYAI,
LANGSUNG KE JAMILA 2.

BU RIA
Jamila….. Jamila ….. Pak Kiyai, Jamila …… Tamu istimewamu sudah ada disini …..

PERLAHAN SEKALI JAMILA MENGANGKAT TUBUHNYA. KIYAI JALALUDIN
MENDEKAT, MENGUCAPKAN SALAM.

BAPAK KIYAI
Assalamualaikum Neng Jamila.

JAMILA MENGANGKAT TUBUHNYA DAN MENEGAKKANNYA.
DIA TIDAK MENYAMBUT SALAM DARI TAMUNYA. IA MENATAP LURUS
KEDEPAN, BUNGKAM.

KIYAI JALALUDDIN DUDUK DI BANGKU YANG TERLETAK TAK JAUH DARI
JAMILA2 DENGAN SIKAP DITENANG-TENANGKAN.

BU RIA BERGEGAS MENINGGALKAN ARENA.

BAPAK KIYAI
Neng Jamila. Silahkan Neng. Duduk dekat Bapak disini. Kita bicara.

HENING LAGI – JAMILA 2 MASIH JUGA BELUM BERSUARA

BAPAK KIYAI
Atau kalau Neng mau, kita bisa mulai dengan berdoa. Silahkan saja.

JAMILA
Aku yang mengundang Bapak kemari – Dari itu akulah yang menentukan
apa yang akan terjadi diruangan ini.

KALIMAT-KALIMAT JAMILA 2 YANG LUGAS DAN BERWIBAWA, MEMBUAT
BAPAK KIYAI TAMPAK RIKUH DAN GELAGEBAN.

BAPAK KIYAI
Baik Neng. Bapak akan menunggu kalau begitu.

JAMILA
Bapak tahu kenapa aku memilih Bapak ? Kenapa aku tidak laki-laki lain – Pamanku misalnya, atau Ayah kandungku …. Bapak tahu kenapa ?

BAPAK KIYAI
Tidak Neng. Bapak tidak tahu … Tapi Bapak senang berada disini sekarang. Bapak merasa diberi kesempatan menyempurnakan tugas Bapak sebagai seorang ulama.

JAMILA
Apa tugas Bapak itu ? Menceramahiku agar aku insyaf? Mendoakanku ?
Memohon ampunan Allah agar aku tidak masuk neraka ?

KATA-KATA JAMILA YANG SINIS MEMBUAT BAPAK KIYAI TERPERANGAH
DAN BUNGKAM.

JAMILA
Ayah kandungku Pak Kiyai– orang yang seharusnya paling bertanggung
jawab melindungiku – adalah orang yang paling mendambakanku menjadi pelacur.

BAPAK KIYAI
Astagfirullah hallazim . . .

JAMILA
Dia dengan enteng memutus tali pusarku dari air susu Ibuku, lalu menyerahkanku
pada seorang mucikari.

BAPAK KIYAI
Astagfirullahallaziiim …

JAMILA
Dua tahun usiaku waktu itu Pak Kiyai.

BAPAK KIYAI
Astagfirullahallaziiim …

JAMILA
Cita-cita Ayahkulah yang melemparku kedalam kegelapan.Terhempas-hempas di tengah kehidupan paling nista, Dikejar-kejar rasa takut,
dihina dan diludahi orang.

Ayahku tidak tahu bagaimana para agen dan mucikari-mucikari itu memeras keringat dan
menghisap darahku tanpa mengenal kasihan . . .

BAPAK KIYAI
Astagfirullah hallazim

JAMILA 2 BERHENTI SESAAT, BERUSAHA MENAHAN KEJENGKELAN

JAMILA
Bisa nggak Bapak berhenti istiqfar?

BAPAK KIYAI TERKEJUT DAN TANPA SADAR KEMBALI ISTIQFAR.

BAPAK KIYAI
Astagfirullah hallazim

JAMILA
Bagaimana Bapak akan mendengar ucapanku dengan baik kalau Bapak terus menerus istiqfar?

BAPAK KIYAI
Astagfirullah hallazim – Baik Neng – baik – Astagfirullah hallazim . . .

JAMILA
Di kampung halamanku -menggadaikan seorang anak perempuan pada saat mereka masih bayi merah – bukan dongeng Pak Kiyai – tapi realita.

BAPAK KIYAI
Astagfirullah hallazim

JAMILA
Itu budaya perbudakan yang lahir dari kemiskinan pak Kiyai. Lahir dari kebodohan – dan lemahnya iman –

BAPAK KIYAI
Astagfirullah hallazim

JAMILA 2
Perbudakan yang sacral. Yang dihormati-hormati dengan upacara. Didandani dengan kembang setaman dan mantera-mantera, dicampur aduk dengan doa-doa dan salawat Nabi.

BAPAK KIYAI
Astagfirullah hallazim

JAMILA 2
Tidak satupun yang bangkit mengutuknya – Tidak Pemerintah, tidak masyarakat setempat,
Termasuk para ulama seperti Bapak …..

BAPAK KIYAI
Neng Jamila, dengar ….

JAMILA 2
Bapak lebih suka menjadi politikus. Menjadi bintang televisi, Berceramah tentang langit …..

BAPAK KIYAI
Neng Jamila, …..

JAMILA 2
Tentang hal-hal yang sama sekali tidak menyentuh persoalan kami …..

BAPAK KIYAI
Neng Jamila dengar …..

TANPA SADAR SUARA BAPAK KIYAI YANG MENINGGI MEMBUAT JAMILA 2
MARAH. IA MEMUTAR TUBUHNYA MENATAP LURUS KE BAPAK KIYAI

JAMILA 2
Tidak Pak Kiyai. Tidak !! Bapak-lah yang harus mendengar sekarang!!
Bapak sebagai ulamalah, yang sekarang harus mendengar – apa yang keluar dari mulut perempuan kotor ini ….

BAPAK KIYAI TERDIAM. BEBERAPA SAAT HENING

JAMILA 2
Aku mendengar kalian dengan lantang menyerukan agar orang-orang menjauhkan diri dari hal-hal yang maksiat …. Kemaksiatan yang seperti apa Pak Kiyai ….

(MENGGERUTU)

Aku hanya seorang pelacur di tengah pentas pelacuran politik yang sedang kalian
bangun di muka-bumi ini …. Membunuh seorang Jamila tidak akan mematikan
peradaban yang sudah terlanjur kalian bangun dengan tangan-tangan kotor …..

Dengan kemunafikan – Dengan nama Allah – kalian menyerukan agar orang-orang menghindari pertikaian dan kebencian – di tengah dunia dimana kalian meletakkan agama sebagai sesuatu yang menakutkan – Sah untuk saling membenci dan saling membunuh.
Sah menyalakan api peperangan dan menerima kemiskinan sebagai nasib tanpa akhir.

BAPAK KIYAI
Neng Jamila …..

JAMILA 2
Berpikirlah sebagai Ulama sekali ini saja Pak Kiyai. Dan sadar ……
Betapa atas nama politik, kalian telah mengotori apa yang menjadi tanggung jawab kalian.
Berhianat pada ummat; mengingkari apa yang sesungguhnya mereka butuhkan sebagai anak manusia ……
Aku manusia Pak Kiyai – ciptaan Allah paling sempurna sama seperti Pak Kiyai.
Tapi aku pelacur ……. Sejak masih di rahim Ibuku aku sudah jadi pelacur,
dan aku tidak berdaya menolaknya.

BAPAK KIYAI
Neng Jamila. Mari, kita berdoa Neng, meminta pemangampunan pada Allah.

JAMILA 2
Tidak. (BERGUMAM)

BAPAK KIYAI
Allah maha mendengar, Neng Jamila. Dia maha mengetahui.

JAMILA 2
Tidak Pak Kiyai. Aku tidak membutuhkan ulama untuk memohon pengampunan Allah. Aku tidak membutuhkan ulama yang tidak memahami penderitaanku, yang tidak memiliki kemampuan menarikku dari kenistaan …..

BAPAK KIYAI
Neng Jamila

JAMILA MENDADAK MEMUTAR TUBUHNYA, MENOLEH KE BAPAK KIYAI,
MELEMPAR KEMARAHANNYA SECARA LANGSUNG.

JAMILA 2
Kenapa sekarang Pak Kiyai? Kenapa sekarang ? Kenapa dulu Bapak tidak berada disisiku,
Kenapa dulu Bapak tidak merampasku dari tangan Ayahku, hingga dia tidak menggadaikanku ke tangan mucikari? Kenapa ?
Jawab aku ! (Meradang)

BAPAK KIYAI
Neng Jamila

JAMILA 2 MEMBUKA MUKENAHNYA. DIA MEMUTAR TUBUHNYA SAMBIL
MEMBUKA KEDUA TANGANNYA LEBAR, MEMPERTONTONKAN DIRINYA
PADA KIYAI.

JAMILA 2
Lihat Pak Kiyai, Lihat !! Lihat betapa kotor dan nistanya aku. Dan jangan Bapak mengatakan Bapak tidak ikut bertanggung jawab atas semua ini.

BAPAK KIYAI
Neng Jamila ….

JAMILA 2
Keluar ….

BAPAK KIYAI
Neng Jamila ….

JAMILA 2
Keluar ….

HENING. BAPAK KIYAI SURUT DENGAN RAGU-RAGU.

JAMILA 2
Kalau Bapak betul ingin menyempurnakan kewajiban Bapak sebagai ulama, berangkat ke kampung halamanku – sekarang. Duduklah bersama para orang tua disana menunggu detik-detik kematianku dan memohon ampunlah pada Allah diantara mereka.

BAPAK KIYAI MENGHILANG.
JAMILA TERSUNGKUR DILANTAI, TERGUNCANG.

TERDENGAR DERAP SEPATU PETUGAS. DI LATAR BELAKANG
TERLIHAT PARA PETUGAS YANG AKAN MELAKSANAKAN
EKSEKUSI MEMASUKI PANGGUNG, DARI DUA ARAH.

JAMILA 2 TERDIAM SESAT. DIA SADAR, DIA SUDAH HARUS SIAP MENERIMA
AJALNYA. DIA MENGANGKAT TUBUHNYA, MENATAP KE ARAH PENONTON
DENGAN TATAPAN TENANG. SEBUAH SALAWAT “ASTAQFIRULLAH ……”
MENYAYAT MENGIKUTI KALIMAT-KALIMAT TERAKHIR DARI JAMILA 2, LIRIH
DAN JERNIH.

JAMILA 2
Jutaan kali bibirku menyebut namanya – Mejerit-jerit aku meminta pertolongannya – memohon ampun dariNya . . . .

DI LATAR BELAKANG, SEORANG LELAKI BERTUBUH BESAR, TEGAP, SANG
PRESIDEN, DIIKUTI PARA PENGAWAL MASUK. BERDIRI DIANTARA PARA
PETUGAS EKSEKUSI, SANG PRESIDEN MENATAP KEDEPAN LURUS.
DARI ARAH LAIN, BU RIA MUNCUL, SEMUA MENATAP KE JAMILA, YANG
MASIH TERUS BICARA.

JAMILA 2
Dua tangan ini sudah berlumur darah sejak aku masih kanak-kanak . . . Dan aku tidak mampu membersihkannya. Dia seperti ditakdirkan untuk terus menerus berlumur darah …..
Untuk terus menerus kotor dan menagih.

BU RIA
Jamila ! Sang Presiden.

MENDENGAR SUARA BU RIA, JAMILA 2 TERDIAM SESAAT.
IA KEMUDIAN MEMBUNGKUKKAN TUBUHNYA MENCARI KERUDUNGNYA DI
LANTAI. JAMILA 2 MENARIK SEPOTONG KAIN PUTIH KUSAM YANG DULU DIA
GUNAKAN SEBAGAI KERUDUNG. IA MEMBUKA DAN MELEBARKAN KAIN
KUSAM ITU, MEMPERTONTONKANNYA KE PENONTON SAMBIL
MENJULURKAN TANGANNYA KE DEPAN. DENGAN SUARA JERNIH JAMILA 2
BICARA PADA PENONTON SEOLAH IA SEDANG BICARA PADA DUNIA.

JAMILA 2
Kain ini, dulu putih dan bersih . . . Dia dulu menutupi auratku, melindungiku dan memberi cahaya di air mukaku . . .

JAMILA 2 MEMUTAR TUBUHNYA KE ARAH PRESIDEN.

JAMILA 2
Siapa yang menginginkanku jadi pelacur? Siapa yang mengotoriku …. Siapa yang menumpuk kebencian didadaku?

PADA SAAT ITU PRESIDEN JUSTRU MENINGGALKAN PANGGUNG.
JAMILA 2 MERADANG MENGULANGI PERTANYAANNYA KE TEMPAT DIMANA
PRESIDEN SEBELUMNYA BERDIRI.

JAMILA 2
Siapa yang menginginkanku jadi pelacur? Siapa menumpuk kebencian didadaku?

FRUSTRASI, JAMILA 2 BANGKIT DAN MELANGKAH KE PUSAT PANGGUNG. PANIK DAN TERPUKUL IA TERUS NERTERIAK – BERTANYA PADA PENONTON, PADA DINDING, PADA PADA DUNIA.

JAMILA 2
Siapa yang menumpuk kebencian didadaku?

JAMILA 2
Siapa yang menumpuk kebencian didadaku? Siapa yang menumpuk kebencian didadaku? Siapa …… Siapa …… Siapa ……

LAMPU PERLAHAN MEREDUP, DIIKUTI MUSIK MENGIRINGI EKSEKUSI JAMILA 2. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN, SEBUAH BUNYI SENAPAN MENGGELEGAR MEMECAH KEHENINGAN.

JAMILA, PEREMPUAN PELACUR ITU TELAH TIADA ….

SELESAI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s